Otoinfo.id – Nama Veda Ega Pratama tiba-tiba melejit ke radar tim MotoGP Ducati Gresini Racing tim yang sebelumnya menaungi Marc Marquez, juara dunia delapan kali.
Bukan tanpa alasan, remaja asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini tampil luar biasa di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, ajang pencarian bakat paling elite di dunia balap motor.
Prestasi Cemerlang Veda di Red Bull Rookies Cup 2025
Statistik Musim 2025 Veda Ega Pratama
- Runner-up klasemen akhir dengan 181 poin
- 3 kemenangan sepanjang musim
- 2 kali finis P2, dan 1 podium ketiga
- Performa konsisten di berbagai sirkuit Eropa
Veda tampil bukan hanya cepat, tapi juga stabil dan dewasa secara strategi kualitas yang sangat jarang di usia baru 16 tahun.
“Kami melihat potensi besar dari Veda, dia mengingatkan kami pada pembalap-pembalap top saat usia remaja,” ujar sumber internal tim Eropa.
Ducati Gresini Racing Pantau Langsung
Menurut laporan dari paddock Eropa, scout Ducati Gresini telah aktif memonitor performa Veda selama paruh musim kedua.
Tim ini dikenal agresif dalam mencari bakat muda sejak Marc Marquez hengkang ke tim pabrikan Ducati.
Apa yang Membuat Veda Menarik Bagi Ducati?
- Usia sangat muda (lahir 2009)
- Gaya balap agresif tapi taktis
- Mental balap yang matang
- Potensi pasar besar: Indonesia sebagai market MotoGP terbesar di Asia Tenggara
Jika Veda berhasil menembus Moto3 tahun depan, peluang masuk tim besar terbuka lebar, bahkan sebelum usia 18 tahun.
Veda, Harapan Baru Indonesia di MotoGP
Indonesia sudah lama menanti pembalap yang bisa bersaing di level dunia secara konsisten. Veda tampak membawa harapan itu.
Jika berhasil melanjutkan prestasi hingga level Moto3 atau Moto2, bukan mustahil ia akan jadi pembalap Indonesia pertama di kelas premier MotoGP.
“Veda punya mentalitas pejuang, dan kita tahu itu tidak bisa diajarkan. Dia bukan sekadar cepat, tapi juga haus juara,” pengamat MotoGP Eropa.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Veda Ega Pratama?
1. Fokus Kejar Kontrak Moto3
Tim-tim Moto3 seperti Red Bull KTM Ajo atau Leopard Racing biasanya mengincar runner-up Rookies Cup. Veda sedang diincar juga oleh beberapa tim Moto3.
2. Menjaga Konsistensi dan Fisik
Naik level ke Moto3 berarti motor lebih berat, persaingan lebih padat. Fisik dan mental Veda akan diuji lebih keras.
3. Support Nasional Sangat Dibutuhkan
Sponsor, federasi, dan fans tanah air perlu bahu-membahu agar Veda tak kehilangan momentum emas ini.
Bukan Sekadar Bakat, Tapi Calon Legenda
Veda Ega Pratama bukan sekadar pembalap muda berbakat — dia adalah simbol harapan baru untuk motorsport Indonesia di panggung dunia. Dipantau langsung oleh mantan tim Marc Marquez bukan hal kecil. Itu sinyal: Indonesia kini benar-benar diperhitungkan di kancah MotoGP.
Apakah Veda akan jadi Marc Marquez dari Indonesia? Atau bahkan lebih? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti perjalanan barunya baru saja dimulai.
Â
