
Otoinfo.id – Jenis kopling yang sering digunakan pada sepeda motor yaitu ada dua, kopling kering dan kopling basah. Dua jenis kopling ini memiliki keunggulan dan kekurangannya tersendiri.
Kopling kering dan basah ini memiliki perbedaan yang signifikan. Dari kegunaannya pun kedua jenis kopling ini berbeda.
Baca juga : Ini Alasan F1ZR Lebih Diminati di Ajang Balap Road Race 2 tak!

Sadam selaku pemilik bengkel Alkhadafi Motor Wonosobo, mengatakan, kedua jenis kopling ini ada keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Jenis kopling basah masih ada kemungkinan selip karena oli.
“Kalau kopling basah itu rawan selip dan juga kotoran dari kopling basah bercampur dengan oli, makanya kalau kopling basah menggunakan saringan oli. Sedangkan kopling kering, kita harus melakukan pembersihan secara rutin,” ucap Sadam.
Kedua kopling ini memang membutuhkan perawatan tersediri. Untuk kopling basah harus sering mengecek dan mengganti saringan oli apabila sudah kotor. Sedangkan kopling kering harus dibersihkan secara manual.
Baca juga : Mitos atau Fakta Kalau Ganti Rantai Harus Ganti Gir Juga? Ini Penjelasan Dari Regina!
“Tapi keunggulan kopling kering itu lebih bertenaga dan perputarannya pun lebih ringan, tidak ada lost rotasi karena pelumas. Makanya MotoGP menggunakan jenis kopling kering,” tambahnya.
Tetapi, Kekurangan pada kopling kering adalah menghasilkan bunyi suara kasar dan lebih cepat aus. Berbeda dengan kopling basah, yang menghasilkan suara lebih halus karena perputaran kopling dilapisi pelumas dan juga lebih awet.
Jadi itu gaes kelebihan dan kekurangan kopling kering dan kopling basah. Kalian bisa menyimpulkan sendiri mana yang lebih baik diantara keduanya. Bagus Adit

