Otoinfo – Mercedes-Benz X-Class, yang diluncurkan pada tahun 2017, adalah upaya ambisius dari Mercedes-Benz untuk memasuki pasar double cabin. Meskipun hadir dengan konsep yang menjanjikan, mobil ini tetap mempertahankan kesan mewah dan elegan yang menjadi ciri khas Mercedes-Benz. Namun, keberhasilannya di pasar tidak sejalan dengan harapan.
Mobil ini menggunakan platform yang sama dengan Nissan NP300 Navara, sebuah langkah strategis untuk menggabungkan ketangguhan dan keandalan Navara dengan kemewahan dan inovasi dari Mercedes-Benz. Target pemasaran pertama untuk X-Class adalah kawasan Eropa, namun pemasaran tidak hanya terbatas di sana.
Mobil tersebut juga menargetkan pasar di Australia dan Afrika Selatan untuk memperluas jangkauannya. Namun, meskipun membawa nama besar Mercedes-Benz, X-Class ternyata gagal menguasai pasar. Pada tahun 2020, produksi double cabin ini dihentikan, menjadikan tahun 2020 sebagai generasi terakhir dari X-Class. Penjualan yang minim menjadi alasan utama penghentian ini.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2018, Mobil tersebut hanya mampu terjual sebanyak 16.700 unit. Angka ini menurun drastis pada tahun 2019, dengan penjualan hanya mencapai 8.000 unit. Mercedes-Benz X-Class diproduksi di pabrik Nissan yang terletak di Barcelona, Spanyol. Di pabrik ini, X-Class diproduksi berdampingan dengan Nissan Navara dan Renault Alaskan.
Awalnya, ada rencana untuk memproduksi X-Class di Argentina guna memenuhi target pasar di Amerika Selatan, namun rencana ini tidak pernah terealisasi. Harga yang ditawarkan untuk Mobil tersebut berkisar di angka Rp639 jutaan. Meskipun harga ini sebanding dengan fitur dan kemewahan yang ditawarkan, tampaknya tidak cukup untuk menarik minat konsumen dalam jumlah besar.
Meskipun perjalanan Mercedes-Benz X-Class singkat, mobil ini tetap menjadi bagian menarik dari sejarah otomotif, menggabungkan elemen dari dua brand besar dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Otoinfo.
