Otoinfo.id – Sejak pertama kali diluncurkan pada 1993, Honda Tiger 2000 menjadi simbol motor sport legendaris di Indonesia. Desain neo-klasik, performa mesin tangguh, dan kenyamanan touring membuatnya digemari banyak bikers, terutama di era 90-an hingga awal 2000-an.
Namun, seperti motor klasik lainnya, Tiger 2000 tidaklah sempurna. Di balik reputasi besarnya, ada beberapa kelemahan yang sering dikeluhkan pemiliknya. Tiga di antaranya adalah konsumsi BBM boros, tangki rawan karat, dan rantai yang berisik.
Konsumsi BBM Boros karena Karburator
Honda Tiger 2000 masih mengandalkan sistem karburator untuk suplai bahan bakar. Meskipun sederhana dan mudah dirawat, sistem ini cenderung membuat konsumsi bensin lebih boros dibanding motor injeksi modern.
Dalam kondisi normal, Tiger 2000 hanya mampu mencatat konsumsi sekitar 30–35 km/liter, bahkan bisa lebih rendah bila sering digunakan di perkotaan yang macet. Bagi sebagian bikers, borosnya BBM ini menjadi kelemahan yang cukup terasa, terlebih harga bahan bakar terus meningkat.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Motor: Honda Tiger 2000 sebagai Simbol Social Status Generasi 90-an
Tangki Bahan Bakar Rawan Karat dan Bocor
Kelemahan lain yang sering ditemui adalah tangki bahan bakar Tiger 2000 yang relatif tipis. Seiring usia motor yang sudah puluhan tahun, tangki ini menjadi rawan mengalami karat dan bahkan bocor bila tidak dirawat dengan baik.
Masalah ini biasanya muncul karena adanya endapan air atau kotoran di dalam tangki. Jika tidak segera diatasi, bukan hanya mengganggu penampilan, tetapi juga dapat merusak karburator dan sistem bahan bakar secara keseluruhan.
Rantai Berisik yang Mengganggu
Kelemahan ketiga yang cukup sering dikeluhkan adalah rantai Tiger 2000 yang berisik. Meskipun sudah dilakukan penyetelan ulang, suara berisik pada rantai sering kembali muncul, terutama bila motor digunakan setiap hari.
Suara ini bukan hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menjadi indikasi bahwa rantai cepat aus atau butuh pelumasan rutin. Untuk mengatasinya, pemilik biasanya harus sering-sering melakukan perawatan, mengganti rantai dengan kualitas lebih baik, atau memasang tensioner tambahan.
Baca Juga: Rangka eSAF di Honda BeAT 2025: Ringan, Kuat, dan Bikin Irit BBM!
Ikon Legendaris dengan Catatan Kekurangan
Meski memiliki kelemahan seperti konsumsi BBM boros, tangki rawan karat, dan rantai berisik, Honda Tiger 2000 tetap menjadi motor sport klasik yang banyak diburu hingga sekarang. Keunggulan dalam hal desain, mesin bertenaga, dan kenyamanan touring membuat kekurangannya sering kali bisa ditoleransi oleh penggemarnya.
Bagi pecinta motor klasik, kelemahan-kelemahan ini justru menjadi bagian dari “karakter” Tiger 2000, yang semakin menegaskan statusnya sebagai ikon motor sport era 90-an.
Sumber: https://www.carmudi.co.id/journal/nostalgia-simak-spesifikasi-lengkap-honda-tiger-2000/
