Otoinfo.id – Nissan GT-R dikenal sebagai salah satu supercar legendaris asal Jepang dengan performa luar biasa dan desain yang ikonik. Namun, di balik segala kelebihannya, mobil ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang patut dipertimbangkan calon pembeli.
Bagi sebagian orang, kekurangan ini mungkin sepadan dengan prestise dan performa yang ditawarkan. Namun bagi yang lain, justru bisa jadi alasan utama untuk berpikir dua kali sebelum membelinya.
Harga Nissan GT-R yang Selangit
Terlalu Mahal untuk Sebuah Mobil Jepang?
Bicara soal harga, Nissan GT-R memang tidak main-main. Di pasar internasional, banderolnya bisa menyaingi supercar asal Eropa seperti Porsche 911 atau bahkan Ferrari. Hal ini sering membuat orang beranggapan bahwa harga GT-R terlalu tinggi, mengingat ia berasal dari pabrikan Jepang yang identik dengan value for money.
Padahal, faktor harga tersebut dipengaruhi oleh teknologi, material berkualitas tinggi, serta performa mesin VR38DETT 3.8L V6 Twin-Turbo yang dirakit dengan tangan (handmade). Walau begitu, tetap saja harga Nissan GT-R yang mencapai miliaran rupiah membuatnya sulit dijangkau kebanyakan orang.
Konsumsi Bahan Bakar yang Boros
Mesin Bertenaga, Tapi Tidak Ramah Kantong
Selain harga yang mahal, kekurangan lain Nissan GT-R adalah konsumsi bahan bakarnya yang boros. Mesin V6 Twin-Turbo yang menghasilkan tenaga besar tentu membutuhkan suplai bahan bakar melimpah.
Baca Juga: Sudah Mulai Berumur, Penyakit Khas Nissan Serena Ini Perlu Diwaspadai
Dalam penggunaan normal, rata-rata konsumsi BBM Nissan GT-R hanya sekitar 5–6 km per liter di dalam kota dan bisa sedikit lebih baik di jalan tol. Angka ini jelas jauh lebih boros dibandingkan mobil sport entry-level atau sedan premium modern yang sudah dibekali teknologi hybrid.
Bagi pemiliknya, borosnya konsumsi BBM mungkin tidak terlalu jadi masalah, karena biasanya mereka membeli GT-R bukan untuk keperluan harian, melainkan untuk hobi dan koleksi. Namun, tetap saja biaya operasionalnya cukup tinggi, apalagi jika digunakan di Indonesia yang harga bahan bakarnya kian melambung.
Kekurangan Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain harga dan konsumsi bahan bakar, ada beberapa hal lain yang sering dianggap kekurangan Nissan GT-R, di antaranya:
- Biaya perawatan mahal, karena suku cadang sebagian besar masih impor.
- Desain interior yang dianggap ketinggalan dibanding kompetitor Eropa.
- Nilai prestise, sebagian orang masih lebih menganggap mobil Eropa lebih bergengsi dibanding supercar Jepang.
Layak atau Tidak?
Jika berbicara soal kekurangan, memang jelas terlihat bahwa harga Nissan GT-R sangat mahal dan konsumsi bahan bakarnya boros. Namun, di balik semua itu, mobil ini tetap menawarkan performa yang menggetarkan, teknologi canggih, dan status sebagai salah satu ikon otomotif dunia.
Baca Juga: Sejarah Nissan GT-R: Dari Skyline Legendaris hingga Julukan “Godzilla”
Bagi pecinta kecepatan, kekurangan ini bisa jadi sepele. Tapi bagi yang mencari mobil sport dengan efisiensi dan value lebih baik, mungkin Nissan GT-R bukan pilihan utama.


