Otoinfo.id – Semakin dekat dengan MotoGP India 2023 yang akan pertama kalinya digelar di Sirkuit Buddh itu, mulai memunculkan berbagai kabar negatif. Mulai dari sulitnya orang-orang paddock yang terdiri dari kru, mekanik bahkan wartawan dalam mendaptakan visa, sampai mahalnya biaya akomodasi selama di sana.
Dikutip dari Speedweek, puluhan orang yang bekerja di paddock harus terdampar dan terkendala akibat visa yang terlambat. Disebutkan masalah tersebut bahkan berdampak pada mereka yang sampai telat dan tertinggal pesawat.
Seperti diketahui, kalau tidak ada visa tentu siapa pun tidak bisa terbang. Jadi beberapa tim yang terdiri dari kru dan mekanik dari Eropa harus bersabar, tiket yang dipesan oleh mereka sudah hangus dan masih menunggu kejelasan soal visa mereka.
Tidak cuma itu saja, masalah aneh lagi datang di tim Liqui Moly Moto3. Ownernya Peter Ottl menyebut jika 3 karyawan timnya telah mendapat visa dan 11 lainnya tidak. Hal janggal lagi, foto seorang mekanik Moto2 secara keliru dipindai ke dalam visa Peter Ottl.
Pastinya ini menjadi perhatian para pejabat Dorna yang juga turun tangan menangani masalah tersebut. Asosiasi tim IRTA juga ingin memastikan tim balap tidak dibebani biaya tambahan atas masalah tersebut.
“Harus dipastikan bahwa kita tidak akan pernah berada dalam situasi seperti ini lagi,” keluh mereka yang bertanggung jawab atas tim.
Selain masalah itu, para pembalap juga menanyakan kemaanan sirkuit. Seperti Aleix Espargaro yang memberi peringatan jika pada hari Kamis nanti dinyatakan tidak aman, maka mereka tidak akan membalap di sana. Aji
