Otoinfo – Sesi latihan kedua MotoGP Amerika 2024 menjadi sorotan dengan pencapaian luar biasa dari Jorge Martin yang berhasil memecahkan rekor laptime di Circuit of the Americas (CoTA).
Dalam sesi yang juga berfungsi sebagai pra-kualifikasi, Martin menampilkan performa gemilangnya selama 60 menit dengan trek kering dan suhu mencapai 45°C.
Pada menit ke-10, Jorge Martin memimpin dengan waktu 2:03,036, diikuti oleh Acosta. Namun, rekor sirkuit yang sebelumnya dipegang oleh Bagnaia dengan waktu 2:01,892 pada kualifikasi 2023, menjadi target bagi para pembalap.
Marc Marquez, yang dikenal sebagai “Sheriff CoTA,” menghadapi tantangan dengan kondisi trek yang masih bergelombang. Meski awalnya berada di posisi 20, Marquez mampu naik ke posisi 10 besar pada menit ke-25.
Di tengah sesi, Mauro Grassilli, direktur olahraga Ducati Corse, memastikan bahwa Pramac dan VR46 akan tetap bersama Ducati hingga tahun 2025. Hal ini memberikan stabilitas bagi tim-tim tersebut dalam persiapan menuju musim depan.
Pada menit ke-30, Martin kembali mendominasi timesheet dengan waktu 2:02,888. Momentum waktu serangan dimulai, dan pada menit ke-45, Vinales berhasil mencatatkan waktu 2:02,394 untuk memimpin sementara.
Namun, pada menit ke-47, Jorge Martin mencatatkan waktu spektakuler 2:01,397, yang tidak hanya memimpin timesheet, tetapi juga memecahkan rekor sirkuit.
Pada menit ke-55, para pembalap memulai serangan waktu terakhir, menentukan siapa yang akan masuk ke Q2. Setelah 60 menit sesi berakhir, Jorge Martin memuncaki timesheet dan memimpin 10 pembalap lainnya (Vinales, Marc Marquez, Bagnaia, Acosta, Aleix, Morbidelli, Bastianini, Digia, Bezzecchi) yang langsung lolos ke sesi kualifikasi kedua, Q2.
Prestasi gemilang Jorge Martin dalam sesi latihan ini menunjukkan potensinya sebagai salah satu pembalap yang patut diwaspadai di MotoGP Amerika 2024. Otoinfo.
