Otoinfo.id – Pembalap Honda, Joan Mir, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap performa RC213V setelah hasil buruk yang didapatnya sepanjang musim MotoGP 2024.
Mir, yang sebelumnya penuh harapan dengan konfigurasi mesin baru yang diperkenalkan Honda di Grand Prix Austria, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Dalam balapan kering di mana semua pembalap menggunakan ban yang sama, Mir hanya mampu finis di posisi ke-17, hampir empat detik lebih lambat dari Augusto Fernandez dari Tech3 yang berada di posisi terakhir dalam perolehan poin.
Kekecewaan Mir tidak hanya berasal dari hasil akhir balapan, tetapi juga dari perjuangannya di setiap sektor dibandingkan dengan rival-rivalnya. Dia kehilangan waktu di setiap aspek, mulai dari pengereman hingga akselerasi, serta mengalami masalah dengan keausan ban.
Pembalap asal Spanyol ini mengakui ketidakberdayaannya dalam menghadapi masalah yang dihadapi motornya. Dia merasa tidak bisa memaksimalkan performanya karena keterbatasan yang ada pada RC213V.
“Sulit untuk merasakan sesuatu yang lebih buruk dari apa yang saya alami saat ini. Saya tidak bisa menemukan satu pun area positif,” ujar Mir. “Kami mengalami banyak getaran. Semakin banyak getaran, terutama di trek seperti ini, itu mungkin yang terburuk.”
Mir menambahkan, “Saya tidak bisa melihat area spesifik di mana saya bisa kompetitif. Itu adalah kenyataan yang harus saya hadapi. Mengendalikan motor saat mengerem di lintasan lurus terasa sangat sulit. Motor sering terkunci, dan saya tidak bisa mengerem dengan leluasa.”
Selain itu, Mir mengungkapkan bahwa motor sering terasa ‘melayang’ saat membuka gas, yang membuatnya merasa tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik. “Penurunan ban juga lebih besar dibandingkan dengan pembalap lain, dan saya sering mengalami overheat, yang membuat saya semakin sulit mengendalikan motor,” tambahnya.
Mir dan timnya harus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini agar bisa kembali bersaing di level teratas di sisa musim MotoGP 2024.






