Otoinfo.id – Banyak mobil masih menggunakan aki tipe basah yang membutuhkan perawatan rutin, termasuk pengecekan volume air aki. Air aki mengandung asam sulfat (H₂SO₄) yang bereaksi dengan timah hitam untuk menghasilkan listrik bagi sistem kelistrikan mobil.
Namun, air aki bersifat korosif. Jika sampai meluber dan mengenai bagian logam seperti rangka atau body mobil, karat akan muncul dan menjalar perlahan. Hal ini sering terjadi ketika pengisian air aki dilakukan hingga melewati batas upper level.
Bahaya Air Aki yang Keluar dan Mengenai Logam
1. Menimbulkan Korosi pada Body Mobil
Air aki yang keluar menetes ke permukaan logam dapat merusak cat dan memicu karat. Jika tidak segera dibersihkan, kerusakan ini akan menyebar ke area lain.
2. Mengurangi Umur Aki Basah
Air aki yang diisi berlebihan akan meluber, membuat aki cepat rusak. Selain itu, penambahan cairan yang salah—seperti menggunakan air aki merah (accu zuur)—juga bisa merusak sel aki.
3. Berpotensi Merusak Komponen Kelistrikan
Jika air aki yang mengandung asam mengenai kabel atau soket listrik, risiko konsleting bisa meningkat. Ini bisa membahayakan sistem kelistrikan mobil secara keseluruhan.
Baca Juga: Sering Disepelekan! Ini Bahaya Mengencangkan Terminal Aki Mobil Bekas Terlalu Kuat
Tips Aman Merawat Aki Basah
Agar terhindar dari bahaya air aki yang keluar, pemilik mobil perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
Gunakan Air Aki yang Tepat
Air aki bening (aquades) atau berwarna biru aman digunakan untuk menambah volume.
Hindari menambahkan air aki merah (accu zuur) karena bisa merusak komponen dalam aki.
Perhatikan Batas Upper dan Lower Level
Isi air aki cukup sampai batas upper level, jangan sampai berlebihan.
Jika air aki sering berkurang, cek kondisi aki karena bisa jadi sudah waktunya diganti.
Baca Juga: Aksesori & Fitur Tambahan yang Pas untuk New CRF 150L: Biar Makin Garang & Fungsional!
Bersihkan Area yang Terkena Air Aki
Jika ada tetesan mengenai body mobil atau rangka, segera bilas dengan air bersih agar asam sulfat tidak merusak logam.
Air aki pada mobil memang penting untuk menjaga kinerja aki basah, tetapi jika sampai keluar dan mengenai logam, risikonya adalah korosi, karat, hingga kerusakan komponen. Pastikan selalu menggunakan air aki yang tepat, isi sesuai batas aman, dan lakukan perawatan berkala agar mobil tetap awet dan terhindar dari masalah serius.

