Otoinfo.id-Inkonsistensi adalah suatu sikap tidak taat asas dan suka berubah-ubah. IMI sebagai regulator dinilai begitu dalam hal menjalankan regulasi di Kejurnas OnePrix tahun ini. Utamanya dalam menjalankan aturan jumlah starter di kelas Expert. Misi awal IMI untuk tegak lurus dengan regulasi kuota 27 pembalap dinilai tidak konsisten. Poin itu pula yang jadi sorotan H. Putra Rizky Bustama akrab disapa Bos Putra selaku pemilik gtim LFN HP969 Racing Team.
Baca Juga : Hasil Juara Bhayangkara Kapolsek Cup Drag Bike Rookie GDS 201M 2023 (7 Juli)
Adalah fakta bila Bos Putra salah satu pemilik tim yang paling bersuara keras mendukung IMI menjalankan tegak lurus regulasi 27 (kuota) pembalap. Bagi Bos Putra tak ada alasan untuk tidak mendukung regulasi tersebut, apalagi dengan alasan untuk lebih menghidupkan MotoPrix Jawa. Hasilnya? Seri 1 di Sentul meski sempat ada dinamika, pada akhirnya starter Expert yang dimainkan di Sentul sesuai dengan daftar 27 pembalap pemilik kuota.
Baca Juga : Ungkap Fakta Djava Adventure#2: Full Support Mekanik, Berani Belajar dengan Nilai Besar
Seri 2 di Palangkaraya mulai terjadi gejolak. Ada beberapa tim yang melakukan penggantian pembalap, salah satunya Andi Gilang di tim ART Yogyakarta yang menggantikan Awhin Sanjaya. Jadi polemik lantaran Andi Gilang bukan pembalap yang masuk dalam daftar 27 kuota pembalap maupun pembalap cadangan. Itu karena Andi Gilang memang bukan pembalap yang ikut OnePrix tahun sebelumnya. Tapi lewat keputusan yang ‘kontroversi’ Andi Gilang tetap lolos dan bisa main di seri Palangkaraya.
Lolosnya Andi Gilang memang jadi sorotan Bos Putra dengan menyebut sebagai pembalap ‘tembak’. Gejolak dan polemik pasca Palangkaraya tidak juga cepat diselsaikan oleh IMI terkait sebagai regulator. Sampai akhirnya ada pemberitahuan bahwa Pihak OMM selaku promotor penyelenggara dan IMI terkait sebagai regulator memberikan wewenang atau kuasa penuh kepada Race Director (Eddy Horison) di seri 3 Tasikmalaya.
“Kok jadi aneh! Lihat di regulasi FiM jelas kok, bahwa Race Director (RD) itu bertugas dan bertanggung jawab penuh dalam berjalanan balapan dari mulai FP sampai race, full totaly responsibility RD. Itu jelas ranahnya dan marwahnya sukses serta lancarnya race tersebut menyangkut smua hal-hal dalam perjalanan race ada dibawah Sang Komando RD. Karena tugas RD itu di lintasan punya tugas berat dan sangat riskan, apa dasar dan aturan apa, kok bisa diputuskan ada tugas tambahan RD di luar jalannya race,”sulut Novi Endaryono pemilik Bahtera Racing yang ikut prihatin atas kondisi balap motor nasional saat ini.
Finally, untuk seri-3 Tasikmalaya oleh RD diputuskan Andi Gilang tetap kembali bisa main. “Andi Gilang ikut balap peserta jadi 28 starter. Ada apa dengan Andi Gilang yang tetap dipaksakan untuk bisa tetap balap? Ini udah keterlaluan, kita off karena kecewa dengan semua ini”tukas Bos Putra. Wadow! Wawan
