Otoinfo – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berencana untuk memulai produksi mobil listrik hyundai baru pada paruh pertama tahun 2024 di pabriknya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Perusahaan bertujuan untuk memperkenalkan mobil listrik yang terjangkau ke pasar, menjadi langkah signifikan dalam memperluas mobilitas listrik di Indonesia.
Meski menjaga rahasia spesifikasinya, Hyundai telah memberikan petunjuk tentang harga kompetitif dari mobil listrik yang akan datang.
Saat ini, pabrik Hyundai di Indonesia memproduksi berbagai model, termasuk Ioniq 5, Creta, Stargazer, dan Stargazer X, dengan Santa Fe dirakit sebagai completely knocked down (CKD).
Meskipun rincian tentang model listrik baru yang akan diproduksi pada paruh pertama tahun depan masih dirahasiakan, pertanda menunjukkan kemungkinan besar akan berada dalam kisaran harga di bawah Ioniq 5.
Ioniq 5 saat ini dihargai antara Rp 684,2 juta (Prime Standard Range) dan Rp 784,1 juta (Signature Long Range), sementara Ioniq 6 dihargai Rp 1,197 miliar.
Dalam segmen mobil listrik terjangkau, Hyundai tengah menguji mobil listrik berukuran kecil, kemungkinan adalah model Casper.
Mobil ini, yang tersedia dengan mesin bensin 1.000 cc di beberapa pasar, saat ini sedang menjalani uji coba listrik di Eropa.
Mobil listrik berukuran kecil ini dilaporkan mampu menghasilkan daya sebesar 181 tenaga kuda, meskipun rincian teknis tentang kapasitas baterainya belum diungkapkan.
Jika terkonfirmasi, masuknya Hyundai ke pasar mobil listrik terjangkau akan menambah semarak persaingan yang sudah ada.
Saat ini, model-model seperti Neta V dan Citroen e-C3 dihargai di bawah Rp 400 juta, sedangkan Wuling Air ev berada dalam kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.
Hyundai diperkirakan akan menempatkan model listrik barunya untuk bersaing langsung dengan Neta V dan Citroen e-C3, memanfaatkan permintaan yang semakin meningkat untuk mobil listrik terjangkau.
Dengan pabrik baterai Hyundai di Cikarang yang akan mulai beroperasi tahun depan, perusahaan ini berada dalam posisi yang baik untuk menawarkan harga yang lebih terjangkau.
Langkah ini sejalan dengan tren umum menuju opsi transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia. Otoinfo.
