Otoinfo.id – Jelang MotoGP Austria akhir pekan depan, dua tim menghadapi situasi berbeda. Tim Tech3 KTM memastikan Maverick Vinales siap kembali balapan usai cedera, sementara Honda justru kebingungan mencari pengganti Somkiat Chantra.
Vinales mengalami kecelakaan keras di awal Q2 GP Jerman, 13 Juli 2025, yang membuatnya patah tulang bahu. Absennya di Sachsenring dan GP Ceko digantikan oleh pembalap penguji KTM, Pol Espargaro.
Meski cedera, Vinales sejatinya tampil kompetitif di musim ini. Hasil terbaiknya adalah finis kedua di Argentina, walau sempat bermasalah dengan tekanan ban. Saat ini, ia berada di posisi ke-11 klasemen pembalap dengan 69 poin, tertinggal 55 poin dari Pedro Acosta di posisi ketujuh.
Masalah Cedera Beruntun di Honda
Sementara itu, Honda harus mencari pengganti Chantra setelah pembalap asal Thailand itu cedera lutut kanan akibat kecelakaan latihan off-road pada 4 Juli. Operasi dilakukan 8 Juli untuk memperbaiki ligamen kolateral lateral, membuatnya absen di GP Jerman dan Ceko.
Di Brno, posisi Chantra diisi oleh test rider Honda, Takaaki Nakagami. Namun, nasib buruk kembali menimpa tim LCR ketika Nakagami cedera di lap pertama Sprint Race.
Kini, daftar pembalap untuk GP Austria masih menandai posisi Chantra sebagai TBC (To Be Confirmed). Situasinya rumit karena beberapa opsi juga tidak dalam kondisi prima.
Baca Juga: Brad Binder Akui Kesulitan di MotoGP 2024: “Saya Mempersulit Diri Sendiri”
Opsi Honda: Semua Penuh Risiko
Honda sebenarnya memiliki beberapa kandidat pengganti:
- Aleix Espargaro (test rider Honda) – Cedera akibat kecelakaan saat bersepeda di Tour of Austria.
- Iker Lecuona (WorldSBK) – Sudah disepakati untuk tampil di Austria dan Hungaria, namun cedera di Balaton Park, Hungaria.
- Stefan Bradl – Dipertimbangkan, tetapi menolak untuk turun di Austria.
- Xavi Vierge (WorldSBK Honda) – Belum pernah mengendarai motor MotoGP.
- Tetsuta Nagashima (test rider HRC) – Terakhir tampil di MotoGP 2022 sebagai wildcard di Jepang dan pengganti Nakagami di Asia.
Dengan minimnya pilihan yang benar-benar siap tempur, Honda harus mengambil keputusan cepat sebelum akhir pekan balapan di Red Bull Ring.
Situasi Genting untuk LCR Honda
Jika Honda tidak segera menemukan pengganti yang kompetitif, risiko kehilangan poin konstruksi dan tim akan semakin besar. Apalagi, persaingan di papan tengah musim ini sangat ketat.
Dalam kondisi cedera beruntun seperti ini, strategi perekrutan pembalap sementara akan menjadi ujian bagi manajemen Honda. Apakah mereka akan memilih rider berpengalaman yang belum fit, atau memberi kesempatan pembalap baru yang minim pengalaman MotoGP?
Keputusan ini akan menentukan nasib mereka di paruh kedua musim 2025.
