Otoinfo.id – Dalam race kedua kelas UB150 final Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Thailand (1/12), ada amanded atau perubahan di hasil akhir. Ya, tadinya pembalap Malaysia yang jadi juara. Tapi menurut race director, pembalap tersebut terkena track limit, jadi dia kena penalti. Nah, di posisi kedua ada Richard Taroreh dari Indonesia dengan tim Proliner 549 Kaboci Racing Team yang berhak naik di posisi pertama.
Hasil akhir yang manis bagi tim yang dibackup oleh Achos Lalang itu. Tim baru yang disupport penuh oleh knalpot Proliner yang dipegang PT Enwan Multipartindo itu benar-benar bikin gebrakan di musim pertamanya main di kelas UB150.
Baca Juga : Knalpot Proliner TR-2 Resmi Diperkenalkan Bersama Launching Tim Proliner 549 Kabochi!

Richard memacu Yamaha MX-King dengan ditopang knalpot bikinan Tangerang yang sudah jadi andalan di balapan. Baik nasional maupun Asia sudah membuktikan knalpot tersebut. Oh ya, untuk tipenya adalah TR-2. Itu varian terbaru dari knalpot Proliner TR-1 yang sudah lebih dulu keluar.

Knalpot ini terbukti bikin performa naik. Beberapa mekanik menyebut knalpot ini makin nendang di putaran atas. Pantas saja di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand kemarin, Richard yang start dari posisi belakang langsung menusuk kedepan. Yup, trek tersebut memang identik dengan kecepatan.
Baca Juga : Prestasi Gemilang M Robby dan Tim Proliner 549 Kaboci, Berhasil Raih Gelar Jurnas Novice di Oneprix 2019
Jadi, ini juga bukti nyata gebrakan tim Proliner 549 Kaboci Racing Team. Prestasi tim ini juga terbukti di ajang balap motor nasional paling bergengsi yakni Oneprix, yang berhasil meraih juara nasional kategori Novice. Mantap! Aji
