Otoinfo.id – Banyak pemilik mobil yang masih menganggap enteng soal oli power steering. Padahal, cairan ini punya fungsi vital untuk menjaga kelancaran sistem kemudi hidrolik. Jika kualitas oli sudah menurun, kotor, atau volumenya berkurang, maka pompa power steering dipaksa bekerja lebih keras.
Menurut Bayu Halim, pemilik bengkel spesialis power steering Twin Power di Kramat Jati, Jakarta Timur, gejala awal biasanya setir terasa berat dari biasanya.
“Kalau olinya sudah kotor atau berkurang, pompa power steering jadi bekerja lebih keras, setir pun terasa berat,” jelas Bayu.
Gejala Terlambat Mengganti Oli Power Steering
1. Setir Lebih Berat
Oli yang sudah kotor atau encer membuat pompa tidak bekerja optimal. Akibatnya, setir menjadi lebih berat dan sulit dikendalikan.
2. Suara Mendengung atau Mendesing
Pompa power steering yang dipaksa bekerja dengan oli kotor sering mengeluarkan suara tidak normal.
“Oli yang kental atau terkontaminasi kotoran membuat sirkulasi tidak lancar, pompa akhirnya cepat aus,” tambah Bayu.
3. Risiko Merembet ke Komponen Lain
Jika dibiarkan, masalah ini bisa menyebabkan kerusakan pada selang hidrolik atau rack steer. Biaya perbaikan tentu lebih mahal dibanding sekadar ganti oli rutin.
Baca Juga: Cara Mengganti Oli Gardan Motor Sendiri di Rumah, Mudah dan Anti Ribet!
Efek Buruk Jika Tidak Segera Diganti
Menunda penggantian oli power steering bisa menyebabkan:
Pompa cepat aus sehingga harus diganti lebih cepat.
Kerusakan rack steer, salah satu komponen mahal pada sistem kemudi.
Biaya servis membengkak, karena harus mengganti lebih dari satu komponen.
Risiko keselamatan, terutama saat setir terasa berat di kecepatan tinggi.
Kapan Harus Mengganti Oli Power Steering Mobil?
Bayu menyarankan agar penggantian oli dilakukan setiap 40.000 – 50.000 kilometer, sesuai rekomendasi pabrikan. Namun, jika sudah muncul gejala seperti setir berat atau suara mendengung, sebaiknya jangan ditunda.
“Kalau sudah ada gejala setir berat atau suara mendengung, jangan ditunda, langsung ganti olinya,” jelas Bayu.
Dengan melakukan perawatan rutin, sistem power steering bisa lebih awet dan pemilik mobil terhindar dari biaya besar akibat kerusakan komponen vital.
Terlambat mengganti oli power steering mobil bisa berakibat fatal. Mulai dari setir berat, suara tidak normal, hingga kerusakan pompa dan rack steer yang biayanya tidak murah. Oleh karena itu, lakukan penggantian oli power steering secara rutin sesuai rekomendasi, agar kenyamanan dan keamanan berkendara tetap terjaga.
