OtoInfo.Id-Richard Taroreh dengan YZF-R25 korekan Achos Lalang dari tim Yamaha Yamalube FDR SSS NHK 549 Kaboci menorehkan hasil spesial pada kelas Sport 250 cc Pro. Ini adalah kelas paling bergengsi di gelaran Yamaha Sunday Race (YSR), ajang balap R-Series yang jadi barometer teknologi dan riset tim-tim Yamaha. Disebut spesial lantaran Richard sukses meraih point sempurna yakni 100 dari 4 seri yang diselenggarakan.

Yup, 4 seri rider asal Papua itu 4 kali pula raih podium pertama. Penyempurnaan point itu dilakukan Richard pada seri ke-4 YSR yang berlangsung di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar akhir pekan kemarin (11-12/8). Lewat pertarungan yang dramatis, Icad-sapaan akrabnya-yang menempati pole potition mampu menyudahi perlawanan dari Rey Ratukore dan Rafid Topan Sucipto. Mantap! Pastinya, ini tak lepas dari performa optimal dari part pendukung,”Gir dan rantai kita andalkan produk SSS, kualitas material yang ringan dan kuat memang terbukti,”puji Achos Lalang yang atas hasil ini punya ‘rekor’ istimiwa di spek sport 250 cc.

“Keunggulannya mampu bekerja optimal pada putaran mesin yang tinggi yakni kisaran 14.500 rpm untuk 250 cc. Rantai dengan material HSB2T memang kuat, gir almunium juga ringan,”kata mekanik asal Papua itu. “Hasil ini jadi bukti sekaligus jawaban permintaan tim-tim yang sering berlaga di kompetisi motor sport kelas 250. Mereka menginginkan rantai yang kuat namun ringan,” jelas Hanky Kurniawan Sales & Marketing PT. Tiga Sakti Adhimulya, distributor SSS di Indonesia.

Secara teknis, “Semakin tipis lebar rantai dan gir, kerugian gesek yang dapat ditekan seminimal mungkin. Alhasil, lost power semakin kecil. Jadi tidak perlu kuatir, beban tarik rantai tipe HSB2T tentunya jauh lebih kuat. Itu penting lantaran bobot dan tenaga motor 250cc kompetisi lebih dari dua kali lipat,”jelas Hanky yang memastikan dengan material yang kuat bisa tahan dipakai untuk 2 event. Sst..catatan pentingnya,kalo dipakai motor sport spek racing aja kuat, apalagi untuk motor sport harian. Mantap!Wawan







