Otoinfo – Penjualan mobil listrik di Singapura mengalami lonjakan yang signifikan, dengan satu dari tiga mobil yang terjual merupakan mobil listrik murni.
Singapura mencatat bahwa dari Januari hingga Mei 2024, terdapat 14.802 mobil baru yang diregistrasi. Dari jumlah tersebut, 32,6 persennya atau sekitar 4.918 unit adalah mobil listrik.
Peningkatan ini mencerminkan perubahan minat masyarakat yang drastis terhadap mobil elektrik. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, dari 30.255 kendaraan baru yang diregistrasi, hanya 18,1 persen atau sekitar 5.468 unit yang berbahan bakar listrik.
Ketertarikan masyarakat Singapura terhadap kendaraan listrik didorong oleh berbagai fasilitas yang ditawarkan pemerintah. Pemerintah Singapura memberikan insentif finansial bagi pembelian kendaraan ramah lingkungan, bantuan instalasi pengecasan bagi mereka yang tidak memiliki lahan, serta undang-undang yang menjamin keamanan dan aksesibilitas pengecasan.
Seiring dengan meningkatnya minat terhadap mobil listrik, pemerintah Singapura berencana memasang lebih dari 7.100 titik pengecasan di seluruh negeri. Rencana ini mencakup pemasangan fasilitas pengecasan di lebih dari sepertiga tempat parkir Housing Board atau perumahan publik.
Sebagai informasi, mobil listrik termurah saat ini adalah Aion ES Electric yang dibanderol 137.988 SGD atau setara dengan Rp 1,6 miliar on the road. Merek mobil elektrik terlaris di Singapura berasal dari perusahaan China, Build Your Dream (BYD). Data menunjukkan bahwa 45,3 persen mobil elektrik baru pada lima bulan pertama tahun 2024 berasal dari merek China.
Perkembangan pesat ini menunjukkan komitmen pemerintah Singapura dalam mendukung transisi ke kendaraan listrik, dengan menyediakan infrastruktur yang memadai dan insentif yang menarik bagi warganya. Ini adalah langkah positif menuju masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Singapura. Otoinfo
