Otoinfo – Enea Bastianini, pembalap Ducati MotoGP, mengejutkan dengan keputusannya untuk menolak menjalankan penalti yang diberikan padanya di MotoGP Catalunya. Ia menjelaskan alasan di balik tindakannya tersebut sebagai bentuk protes terhadap steward.
Bastianini juga yakin bahwa keputusannya didukung oleh tim dan manajemen Ducati. Ia diberi penalti long-lap setelah keluar dari jalur di tikungan 1-2 saat tengah bersaing dengan Alex Marquez untuk posisi kedelapan.
Meskipun tidak kehilangan waktu secara signifikan di sektor tersebut, secara keseluruhan, ia hanya terpaut lima persepuluh detik dari catatan waktu sebelumnya. Menurut aturan, seorang pembalap harus memiliki perbedaan waktu satu detik saat memotong lintasan.
Oleh karena itu, Bastianini harus dikenai penalti long-lap. Namun, ia menolak dihukum karena meyakini bahwa ia keluar lintasan karena ‘serangan’ dari Alex Marquez. Bastianini menggambarkan serangan tersebut sebagai di luar batas, menyebabkan dirinya keluar jalur bukan karena kesalahannya sendiri.
Bastianini kemudian memutuskan untuk tidak menjalankan penalti long-lap, bahkan saat penalti tersebut ditingkatkan menjadi double long-lap, ia masih mengabaikannya. Akhirnya, penalti itu dikonversi menjadi penalti waktu 32 detik saat bendera finis dikibarkan. Hal ini menyebabkan Bastianini kehilangan poin karena turun sembilan posisi akibat penalti tersebut.
Menurut Bastianini, ia berusaha menghindari tabrakan dengan Marquez dengan mengerem sangat lambat, tetapi hal itu membuatnya keluar lintasan. Ia mengklaim bahwa tidak mungkin baginya untuk tetap mengerem dan satu-satunya solusi adalah memotong chicane. Bastianini juga menegaskan bahwa ia kehilangan waktu karena mengikuti garis lintasan yang panjang.
Setelah balapan, Bastianini mengunjungi panel steward bersama bos Ducati, Davide Tardozzi, untuk meminta agar insiden tersebut dipertimbangkan ulang dan penalti dibatalkan. Ia juga mengatakan bahwa timnya mendukung keputusan tersebut.
Dalam wawancara setelah balapan, Bastianini menegaskan bahwa ia dan timnya percaya bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik, dan mereka melakukan apa yang mereka yakini benar. Meskipun tahu bahwa tindakannya tidaklah benar, Bastianini merasa perlu untuk melakukan protes terhadap keputusan steward yang memeberikan penalti danmenurutnya tidak adil. Otoinfo.