Otoinfo – Enea Bastianini yang tergabung dalam Lenovo Team Pembalap Ducati ini mengungkapkan isi hatinya setelah gelaran MotoGP kemarin.
Bastianini mengungkapkan rasa frustrasinya terkait masa depannya di MotoGP 2025 mendatang.
Kekecewaan ini timbul karena bos Ducati membuka peluang bagi pembalap lain untuk menjadi tandem Francesco Bagnaia berdasarkan performa mereka.
Bastianini hanya mampu finis di luar posisi podium pada sprint dan balapan MotoGP Prancis 2024 di Sirkuit Le Mans.
Hasil finis keempat tidak memuaskan bagi Bastianini, terutama saat para rivalnya di Ducati berada di depan bersaing untuk meraih kemenangan.
Meski cukup percaya diri dengan performanya di awal balapan, Bastianini menghadapi tantangan besar.
Ia terus memberikan tekanan pada Aleix Espargaro (Aprilia Racing) dalam upaya masuk ke lima besar.
Sayangnya, saat mencoba menyalip Espargaro di Tikungan 9, Bastianini melakukan kesalahan yang membuatnya melebar, menyebabkan Espargaro ikut keluar dari tikungan.
Akibatnya, Bastianini dihukum long lap penalty, yang menjadi awal dari serangkaian masalah dalam balapan tersebut.
“Saya ingin memperlambat Aleix,” kata Bastianini. “Saya kehilangan banyak grip pada ban belakang sehingga tidak bisa masuk ke tikungan. Akibatnya, Aleix juga tidak bisa melewati tikungannya.”
Situasi ini semakin rumit bagi Bastianini yang sudah cukup tertekan selama akhir pekan di Le Mans.
Masa depan Bastianini di tim pabrikan Ducati terancam oleh penampilan impresif dua rider tim satelit, Jorge Martin (Prima Pramac) dan Marc Marquez (Gresini Racing).
“Ini sangat membuat frustrasi karena tujuan saya adalah memenangkan balapan hari ini dan saya membuktikan bahwa saya cukup cepat untuk melakukannya,” ujar Bastianini.
Tidak mengherankan jika Bastianini merasa tidak puas dengan hasil yang diraihnya. Terlebih lagi, Martin dan Marquez tampil lebih baik darinya.
Sementara Martin berhasil menyapu bersih kemenangan pada sprint dan balapan. Dan lagi meskipun start dari posisi ke-13, Marquez selalu menjadi runner-up.
Marquez kini memiliki poin yang sama dengan Bastianini di klasemen, sementara Martin memimpin klasemen.
Debut Bastianini dengan tim pabrikan Ducati yang dimulai dengan kecelakaan saat sprint di Portimao pada awal musim 2023, jauh dari kata mulus.
Meskipun meraih kemenangan di MotoGP Malaysia musim lalu, hasil tersebut hanya memperpanjang waktu baginya untuk bertahan di Ducati.
“Tentu saja saya tidak senang setelah hari seperti itu. Ini adalah sebuah kekalahan,” ucap Bastianini. Otoinfo.
