Otoinfo.id-Adalah fakta bahwa memiliki tim balap dan turun di event bergensi mencari nilai gengsi. Ada rasa bangga dan kepuasan diri. Untuk mencapai hal itu, wajib disokong oleh kekuatan finansial yang kuat. Bakar duit demi bakar semangat adalah hal lumrah. Begitu pula yang dilakukan oleh Kevin Feliciano Simanjuntak, owner tim Sultan Kedaton Racetech asal Bengkulu. Demi membawa nama Bengkulu di pentas balap nasional, Bos Kevin-sapaan akrabnya-rela bakar duit hingga Rp. 400 juta. Edan!

Baca Juga : Piala Presiden 2022 Sentul : Dahsyat! Bukti Ancaman Suhandi Padang88, Raih Double Podium Expert Race 2
Begitu yang disampaikan langsung oleh Sadam Suri selaku manager keuangan Sultan Kedaton Racing Team kepada Otoinfo.id,”Kurang lebih segitu yang tercatat, ada pula yang nggak tercatat. Mulai dari persiapan, akomodasi, transportasi, konsumsi dan beberapa hal lain. Untuk tiket PP Bengkulu-Jakarta aja Rp. 30 juta, untuk hotel sampai buka 30 kamar. Itu karena tak hanya menyediakan buat tim dan crew, beberapa panitia juga kita akomodir. Totalitas support bagi tim dan bagian dari sponsor event,”bebernya seraya menegaskan bagi Bos Kevin cukup lapor berapa kebutuhannya dan langsung setuju.

Baca Juga : Blak-Blakan Bos ARRT Kolaka, Tim Balap : Bukan Hobi Setengah Hati
Fakta yang diungkap Bos Kevin itu jadi bagian cerita yang menarik di Piala Presiden Grand Final MotoPrix akhir pekan kemarin (17-18/12) yang berlangsung di Sentul International Karting Circuit (SIKC), Bogor, Jabar. Tim Sultan Kedaton Racetech menurunkan tiga pembalap di kelas Expert dan Rookie yakni Window Octa P (Expert) dan M. Rasya Alvaro dan M. Alvin Fahrezi (Rookie). Secara hasil, tiga pembalap tersebut memang belum berhasil naik podium tapi bagi Bos Kevin itu bukan tujuan akhir, bukan juga kesalahan fatal. Kenapa?

Baca Juga : Hasil Race 1 dan Total Poin Grand Final Motoprix 2022 Sentul (17 Desember)
“Begini pun, masih ada pihak-pihak yang tidak mengapresiasi bagaimana totalitas kami untuk membawa nama Bengkulu di pentas balap nasional. Dana besar yang kami keluarkan pun dari hasil bisnis bukan dari hasil korupsi. Jadi kalo soal hasil balap, itu adalah tentang proses. Terpenting bisa memberikan kesempatan kepada segenap anggota tim, mekanik, crew dan pembalap,”tugas Bos Kevin yang sudah punya rencana besar pula di musim depan. Gaspol! Wawan

