Otoinfo.id – Carlo Pernat, seorang pengamat MotoGP terkemuka, baru-baru ini memberikan kritik pedas terhadap Ducati terkait keputusan mereka untuk merekrut Marc Marquez. Pernat menegaskan bahwa Ducati tampaknya lebih memilih pengalaman Marquez daripada mempertahankan pembalap muda mereka seperti Jorge Martin dan Enea Bastianini. Ini menjadi sorotan karena Ducati sebelumnya dikenal aktif mengembangkan pembalap muda dalam upaya untuk menjaga keunggulannya di ajang MotoGP.
Ducati, sebuah pabrikan motor yang berbasis di Borgo Panigale, Italia, telah membangun reputasi sebagai salah satu pesaing utama di MotoGP, terutama dengan motor Desmosedici mereka yang memiliki performa luar biasa. Selain memiliki tim pabrikan yang kuat dengan beberapa pembalap top, Ducati juga dikenal memiliki infrastruktur yang mendukung pengembangan motor dan strategi balapan yang kompetitif.
Namun, meskipun sukses teknis mereka, Ducati menghadapi tantangan dalam hal manajemen skuat pembalapnya. Francesco Bagnaia, yang meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, tetap setia dengan tim Ducati Lenovo, sementara pembalap muda seperti Jorge Martin dan Enea Bastianini mengalami perubahan dalam karir mereka. Martin, yang sebelumnya berada di Pramac Racing, memilih untuk pindah ke Aprilia Racing, sementara Bastianini memilih untuk bergabung dengan tim satelit KTM setelah kehilangan tempatnya di tim pabrikan Ducati.
Kritik Pernat terhadap Ducati menjadi semakin tajam ketika dia menyoroti bahwa keputusan merekrut Marc Marquez, yang saat itu berusia 31 tahun, bisa dianggap sebagai langkah yang kontroversial. Sebelumnya, Ducati telah mengindikasikan fokus mereka pada pembalap muda setelah kepergian Andrea Dovizioso pada tahun 2020. Namun, dengan kedatangan Marquez, Pernat merasa bahwa strategi pengembangan pembalap muda itu mungkin bergeser.
Meskipun demikian, Marc Marquez telah membuktikan nilainya di musim MotoGP 2024 bersama tim Gresini Racing. Saat ini, Marquez menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara dengan beberapa podium yang telah diraih. Ini menunjukkan bahwa meskipun kontroversi di sekitar merekrutnya, Marquez tetap menjadi pembalap yang sangat kompetitif dan berpengalaman di lintasan balap.
Dengan demikian, keputusan Ducati untuk merekrut Marquez mengundang sorotan dan perdebatan tentang strategi mereka dalam membangun skuad MotoGP mereka untuk masa depan. Bagaimanapun juga, sementara perubahan dalam komposisi pembalap dapat menimbulkan ketegangan, hasil dari performa Marquez di trek mungkin menjadi faktor penentu keberhasilan strategi rekrutmen Ducati ini dalam jangka panjang.
