Otoinfo.id-Memimpin klasemen sementara kelas open dengan raihan total point 137, Eko Chodox benar-benar bangkit. Begitu fakta yang menarik pasca event Gadhuro Drag Bike seri ke-2 di Magelang, Jateng (7/4) akhir pekan lalu. Padahal, pasca seri 1 lalu di Kajen, Pekalongan (24/2), Chodox masih tertinggal 60 point dibanding Gerry Percil asal Madiun, Jatim. Seri 2 justru Gerry Precil melempem dan hanya mengumpulkan 7 point sementara Eko Chodox on fire dengan meraih point penuh pada 3 kelas point yakni FFA, matic 200 dan bebek 200. Lantas apa yang menjadi kiat sukses ayah dua putri itu pada hajatan kali ini?

Baca Juga : Drag Bike Magelang 2019 (Seri 2) : Sempurna Dua Podium Juara, Ini Kuncian Matik 200 ZTM 30,8 HP
“Kosentrasi dan totalitas,”buka Chodox yang mengaku tampil tanpa beban di seri ke-2. Sepintas, upaya lumrah bagi joki proffesional selevel Chodox yang sudah berkarier hampir 25 tahun diajang balap trek lurus. Lebih dari itu, Chodox memang punya motivasi spesial dimusim ini bersama tim Bank BJB GBU RTP OP27 Jet Up. “Misi utama saya adalah bisa mengembalikan Chodox ke performa awal, jadi bukan sekedar bicara juara,”tegas H. Rio Teguh Pribadi akrab disapa RTP, salah satu aktor penting dibalik kiprah tim yang tampil mentereng itu.

Untuk itu, RTP memberikan beberapa ‘wangsit’ untuk Chodox,”Paling penting main tanpa beban. Karena beban itu pula yang niscaya merusak kosentrasi joki, meski untuk bisa begitu tidaklah mudah. Tahap awalnya coba mengidentifikasi mendalam kondisi riil yang dihadapi, kunjungan langsung ke Semarang beberapa waktu lalu bagian dari upaya yang ditempuh,”beber RTP yang piawai menjalin komunikasi dengan joki-joki andalannya.

Kabarnya, ‘wangsit’ yang diberikan memang menyeluruh,”Tak hanya dari sisi balap, tapi juga sisi-sisi lain seperti ekonomi keluarga yang harus tetap survive. Alhamdullialh, pengalaman saya mengelola beberapa bisnis bisa dishare. So, bila ekonomi keluarga tumbuh dan berkembang, niscaya lebih percaya diri dalam setiap pertandingan yang dilewati,”beber RTP. Wawan

