Otoinfo – Memasuki dunia mobil bekas, Honda HR-V menjadi magnet perhatian dengan harga yang terjangkau. Namun, di balik daya tariknya, konsumen menyuarakan keluhan terhadap beberapa penyakit yang melekat pada SUV kompak ini. Mari kita telaah secara lebih mendalam, apa sajakah kelima aspek yang menyayangkan pengguna HR-V bekas di Indonesia.
Akselerasi Kurang Maksimal
Honda HR-V bekas, meskipun memiliki harga yang relatif terjangkau, tidak luput dari beberapa keluhan konsumen. Salah satu masalah yang dihadapi adalah akselerasi yang kurang maksimal. Meskipun transmisi CVT yang digunakan oleh HR-V dianggap halus dan irit, namun beberapa pemilik merasa tarikan mobil menjadi lemot, terutama saat berakselerasi dari posisi diam. Hal ini disebabkan oleh dimensi rendah ala-ala SUV yang membuat bodi terasa agak berat untuk mesin 1.5 cc.
Tombol Start dan Stop yang Nyangkut
Pemilik Honda HR-V bekas juga melaporkan masalah pada tombol Start dan Stop yang seringkali nyangkut. Meskipun ada solusi untuk mengatasi hal ini dengan cara menghidupkan mesin secara benar, beberapa konsumen tetap menyayangkan ketidaknyamanan ini. Solusi umumnya adalah menekan tombol start-stop dua kali, kemudian menginjak pedal rem.
Suspensi yang Lebih Kaku
Masalah lain yang dihadapi oleh pengguna HR-V bekas adalah suspensi yang terasa lebih kaku dibandingkan dengan model Honda lainnya seperti CR-V dan Freed. Karakteristik suspensi yang lebih kaku ini membuat bantingan terasa lebih keras saat melintasi jalan bergelombang atau speed bump. Meskipun dirancang untuk memberikan handling yang lebih baik, terutama saat menikung, beberapa konsumen merasa ketidaknyamanan ini cukup mengganggu.
Suara Berisik Saat Menikung
Keluhan lain yang diungkapkan oleh pemilik Honda HR-V bekas adalah adanya suara berisik dari bagian bawah mobil saat sedang menikung. Suara tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan pada as roda depan, yang menggunakan bearing lebih besar dibandingkan mobil lain. Meskipun bearing ini memberikan kenyamanan berkendara yang lebih baik, namun juga lebih rentan terhadap kerusakan.
Mudah Kotor pada Warna Luar
Pemilik HR-V bekas juga mengeluhkan masalah kebersihan pada warna luar mobil, khususnya pada bagian door trim. Warna door trim yang mudah kotor disebabkan oleh penggunaan bahan fabric berwarna krem cerah. Meskipun memberikan tampilan yang menarik, bahan tersebut membuat mobil mudah terlihat kotor saat terkena debu atau kotoran.
Meskipun Honda HR-V bekas memiliki beberapa kelemahan, seperti akselerasi kurang maksimal, tombol Start dan Stop yang nyangkut, suspensi yang lebih kaku, suara berisik saat menikung, dan warna luar yang mudah kotor, mobil ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pembeli yang mempertimbangkan kebutuhan mereka. Otoinfo.
