
Otoinfo – Debut internasional menjadi pengalaman berharga bagi dua pembalap muda binaan Bali Queen Racing Team, Fiandra Reja dan Firza Angkasa. Keduanya berkesempatan merasakan atmosfer kompetisi balap level internasional dalam ajang SIC Ohvale Junior Championship Round 4 dan 5 yang berlangsung pada 20-21 September 2026 di Sepang International Karting Circuit, Malaysia.
Menariknya, Fiandra yang kini berusia 9 tahun dan Firza yang berusia 8 tahun baru menjalani latihan di atas motor selama sekitar 3-4 bulan. Sebelum berangkat ke Malaysia, keduanya sudah mulai mengasah kemampuan melalui sejumlah kompetisi nasional, seperti Lenka Junior Cup dan MotoMini.
Menghadapi persaingan 16 starter dari Malaysia, Cina dan Indonesia, kedua pembalap muda ini memang belum berhasil meraih podium. Namun, bagi tim dan keluarga, hasil akhir bukanlah tujuan utama dari keikutsertaan mereka di Sepang. Pengalaman menghadapi atmosfer balap internasional menjadi bekal penting untuk perkembangan keduanya.

“Memberikan kesempatan untuk merasakan atmosfer balap di level tinggi, menambah jam terbang dan pengalaman,” ujar Alvin, orang tua sekaligus pemilik Bali Queen Racing Team.
Fiandra Reja Catat Best Time 57,5 Detik
Meski belum berhasil naik podium, perjalanan selama dua hari di Sepang memberikan catatan positif bagi kedua pembalap. Salah satu progres yang cukup menarik datang dari Fiandra Reja.
Pembalap berusia 9 tahun tersebut berhasil mencatatkan best time 57,5 detik dan finis di posisi ketujuh pada Race 1 Round 5. Menurut Alvin, kecepatan Fiandra dalam persaingan sudah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
“Untuk Fiandra best time-nya tembus 57,5 detik dan finish posisi ke-7 (Race 1) Round 5, tapi pace race-nya sudah setara rider top Malaysia,” ungkap Alvin.
Catatan tersebut menjadi salah satu tolok ukur perkembangan Fiandra setelah menjalani latihan yang relatif singkat. Sementara itu, pengalaman yang diperoleh Firza juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan tim, meskipun hasil dan catatan waktu lengkapnya belum dirinci.
Belajar Adaptasi dengan Regulasi Motor Standar
Bukan hanya persaingan di lintasan yang memberikan pengalaman baru. Kedua pembalap juga mendapatkan pelajaran teknis dari regulasi motor yang diterapkan dalam kompetisi tersebut.
Alvin menjelaskan bahwa kondisi motor yang digunakan benar-benar standar. Pengaturan kopling, suspensi dan tekanan ban tidak bisa diubah sesuka hati. Penggunaan ban juga mengikuti ketentuan yang berlaku, sedangkan perubahan gear ratio dibatasi melalui pilihan menaikkan atau menurunkan sprocket dengan alasan yang logis.
Situasi tersebut menjadi pengalaman edukatif bagi pembalap muda yang sedang membangun pemahaman mengenai karakter motor dan cara beradaptasi dengan berbagai kondisi balap.
Pembatasan pengaturan teknis juga mengajarkan bahwa performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mekanik atau setelan motor. Pembalap harus mampu memahami karakter tunggangan, mengatur ritme dan memaksimalkan kemampuan berkendara sesuai kondisi yang tersedia.
“Ini edukasi yang baik, kalau nanti ada kesempatan balap di Valencia bisa mempersiapkan diri dari awal,” tegas Alvin.

