Otoinfo.id – Kejuaraan balap motor Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika bukan hanya tentang persaingan antar pebalap muda Asia. Lebih dari itu, ajang ini kembali mempertegas satu hal penting: komitmen jangka panjang Astra Honda Motor (AHM) dalam membangun jenjang karier balap berstandar dunia lewat Astra Honda Racing School (AHRS).
AHRS: Gerbang Awal Menuju Panggung Dunia
Dari Pembibitan Nasional ke Kompetisi Internasional
Dikenal sebagai kawah candradimuka pebalap muda Indonesia, AHRS terus konsisten melahirkan talenta yang tak hanya bersinar di sirkuit lokal, tapi juga mulai diperhitungkan di Asia dan dunia.
Pada IATC 2025 Mandalika, lima lulusan AHRS tampil:
- Davino Britani
- Nelson Cairoli Ardheniansyah
- Alvaro Hetta
- Badly Ayatullah
- Bintang Pranata Sukma (wildcard)
Mereka bukan hanya “ikut lomba” mereka bertarung di garis depan, membela Merah Putih, dan membawa semangat AHRS dalam setiap tikungan.
Lebih dari Sekadar Balapan: Ini Misi Jangka Panjang AHM
Menurut Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM:
“Pembinaan kami menyeluruh, bukan cuma skill balap, tapi juga mental, daya juang, hingga etika profesional. Ini bukan proyek sesaat, ini investasi untuk masa depan motorsport Indonesia.”
AHM tak hanya memfasilitasi, tetapi menciptakan ekosistem pembinaan yang lengkap dan berjenjang, mulai dari AHRS → IATC → ARRC → JuniorGP → Moto3/Moto2 → MotoGP.
Bukti Nyata di Mandalika: Lulusan AHRS Sudah Berlaga di MotoGP
Mario Suryo Aji – Moto2
Lulusan AHRS tahun 2016, kini menjadi pebalap reguler di Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia. Di Mandalika 2025, Mario finish di posisi ke-20, membuktikan tekadnya tetap menyala meski sempat cedera.
“Saat mimpi sudah jadi pekerjaan, disiplin dan fokus adalah segalanya,” ujar Mario, memberi semangat kepada pebalap muda Indonesia.
Fadillah Arbi Aditama – Moto3
Alumni AHRS tahun 2018 ini tampil sebagai rider pengganti di Moto3 Mandalika. Meskipun hanya finish di posisi ke-19, ini adalah langkah besar dalam karier Arbi, yang telah ditempa dari kejuaraan regional Asia hingga Eropa.
“AHRS adalah paket komplet. Di sini kami belajar teknik, fisik, dan mental. Itu bekal untuk sampai ke kejuaraan dunia,” – Arbi Aditama
IATC 2025: Ajang Unjuk Gigi Generasi Penerus MotoGP
Race 1: Prestasi dan Potensi
- Davino Britani finish ke-4
- Alvaro Hetta di posisi ke-10
- Nelson Cairoli di posisi ke-12
- Bintang Pranata (wildcard) ke-17, meski terkena long lap penalty
Race 2: Tantangan dan Konsistensi
- Davino & Alvaro crash dan gagal finis
- Nelson finish ke-10
- Bintang naik ke posisi ke-12
Badly Ayatullah absen karena crash saat kualifikasi
Bintang Pranata: Debutan dengan Harapan Besar
Sebagai wildcard, Bintang tetap menunjukkan nyali dan teknik yang matang. Ia berterima kasih kepada AHM atas pengalaman pertamanya di IATC:
“Meski hasil belum maksimal, ini bekal berharga. Terima kasih Astra Honda Motor atas kepercayaannya,” kata Bintang.
Komunitas Honda: Energi di Tribun yang Tak Tergantikan
Keberadaan ribuan anggota Komunitas Honda Asosiasi Lombok (HALo) di tribune Mandalika jadi bukti bahwa pembinaan AHM tak hanya di lintasan, tapi juga membangun solidaritas antara tim, penggemar, dan pebalap.
Kenapa Ini Penting untuk Masa Depan Balap Indonesia?
AHM melalui AHRS menunjukkan bahwa:
- Pembinaan harus berjenjang
- Tidak hanya soal kecepatan, tapi juga mental dan karakter
- Mimpi ke MotoGP bukan lagi angan, tapi target nyata
Dengan sistem berlapis dan pengalaman bertahun-tahun di dunia balap, Astra Honda Motor telah membuka jalan yang terbukti efektif dan berkelanjutan untuk mencetak bintang Indonesia di panggung dunia.
Dari AHRS ke MotoGP, Semua Dimulai dari Mimpi & Disiplin
Bukan kebetulan jika Davino, Mario, Arbi, hingga Nelson melesat ke panggung dunia. Semuanya dimulai dari fondasi kuat AHRS dan komitmen AHM terhadap pembinaan talenta muda Indonesia.
Dan Mandalika 2025 hanyalah salah satu panggung dari sekian banyak panggung masa depan.


