Otoinfo – Daihatsu, perusahaan otomotif yang terkemuka di bawah naungan Toyota, mengumumkan tekadnya untuk memperbaiki kinerjanya pada tahun 2024 setelah terjadi kasus skandal uji tabrak beberapa waktu lalu. Langkah ini diumumkan oleh Presiden baru Daihatsu, Masahiro Inoue, yang baru saja ditunjuk pada Maret lalu setelah menjabat sebagai CEO Toyota Amerika Latin.
“Ini adalah langkah penting bagi kami untuk mencegah terulangnya masalah sertifikasi uji keselamatan yang sebelumnya terjadi. Kami berkomitmen untuk memperbaiki kinerja kami secepat mungkin, dengan harapan dapat melanjutkan semua aktivitas pada akhir tahun ini,” kata Inoue
Inoue juga mengungkapkan bahwa rencana ini akan melibatkan kemungkinan perubahan kecil pada model-model Daihatsu yang dapat dilaksanakan lebih awal. Skandal uji keselamatan yang menimpa Daihatsu tahun lalu melibatkan sekitar 88.000 mobil compact, dengan 64 model di antaranya termasuk dalam kategori tersebut, termasuk 22 model yang dipasarkan di bawah merek Toyota.
Namun, kini hampir semua model Daihatsu, kecuali satu, telah dipastikan memenuhi standar keselamatan dan dilanjutkan proses pengirimannya. Dampak skandal ini tidak hanya terbatas pada pasar domestik Jepang, namun juga mencapai manufaktur Toyota-Daihatsu di Indonesia, termasuk Astra Daihatsu Motor (ADM), Toyota-Astra Motor (TAM), dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang terpaksa melakukan penundaan ekspor.
Meskipun demikian, proses pengiriman mobil Daihatsu di Indonesia telah kembali normal sejak 22 Desember lalu setelah memastikan memenuhi semua aturan dan proses homologasi di tanah air. Dalam menghadapi tantangan dan skandal yang melanda, langkah Mobil tersebut untuk memastikan keselamatan kendaraan mereka adalah langkah yang sangat penting.
Transformasi dan komitmen mereka untuk meningkatkan kinerja dan standar keselamatan menunjukkan tekad perusahaan untuk memberikan produk berkualitas tinggi kepada konsumen. Dengan proses pengiriman yang kembali normal di Indonesia dan upaya perbaikan secara global, Mobil tersebut berada di jalur yang tepat untuk memperbaiki citra dan kepercayaan publik terhadap merek mereka. Otoinfo.
