Otoinfo.id – Banyak pemilik motor belum memahami bahwa bensin bisa basi jika terlalu lama tersimpan di dalam tangki. Tidak sedikit yang beranggapan bensin basi bisa dikenali dari baunya. Namun, anggapan ini keliru.
Menurut Prof. Tri Yuswidjajanto, Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), bensin basi tidak bisa dideteksi hanya dari bau.
“Bensin yang basi memang mendeteksinya agak sulit, karena dia tidak bisa dibedakan lewat bau,” jelas Prof. Yus dalam sesi diskusi virtual mengenai BBM.
Proses Kimia di Balik Bensin Basi
Bensin mengalami perubahan senyawa kimia ketika terlalu lama tersimpan. Komponen yang paling berperan adalah Olefin, yang mudah bereaksi dengan oksigen dan membentuk kerak bernama gum.
Prof. Yus memberikan gambaran sederhana: gum ibarat kerak gosong yang menempel di pantat panci. Jika gum terbentuk di dalam tangki, maka akan mengganggu kualitas bahan bakar dan performa mesin.
Cara Mengecek Bensin Basi
1. Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Bau
Seperti dijelaskan, patokan bau tidak akurat untuk mengetahui bensin basi. Aroma bensin lama dan baru hampir sama, sehingga diperlukan cara lain.
2. Cek Dasar Tangki Motor
Untuk mengetahui bensin sudah basi atau belum, harus dilakukan pengecekan langsung di dasar tangki. Jika ditemukan partikel atau endapan, kemungkinan besar bensin sudah basi.
Sayangnya, di motor keluaran terbaru proses membongkar tangki lebih rumit, sehingga pemilik motor jarang melakukan hal ini.
Baca Juga: Waspada! Bensin Bisa Basi, Ini Cara Menyimpan yang Benar agar Tak Merusak Mesin
Berapa Lama Bensin Bisa Bertahan?
Menurut Prof. Yus, pemilik kendaraan sebaiknya tidak membiarkan motor terparkir terlalu lama tanpa dipakai.
Batas aman bensin di tangki: maksimal 6 bulan.
Jika lebih dari itu, disarankan menguras tangki sebelum digunakan kembali.
Jika dipaksa dipakai, bensin basi bisa menimbulkan pengendapan yang berpotensi merusak mesin.
Baca Juga: Terlalu Lama Bekerja di Rumah, Awas Bensin Jadi Basi, Berikut Penjelasanya!
Dampak Bensin Basi pada Motor
Mengabaikan bensin basi bisa menimbulkan berbagai masalah, di antaranya:
Mesin brebet atau tersendat saat dihidupkan.
Kerak pada injektor atau karburator akibat endapan gum.
Potensi kerusakan permanen pada sistem bahan bakar jika dibiarkan terlalu lama.
Bensin basi di motor tidak bisa dideteksi dari baunya saja. Cara paling tepat adalah mengecek bagian dasar tangki untuk melihat adanya endapan partikel. Batas aman penyimpanan bensin adalah enam bulan, setelah itu sebaiknya tangki dikuras agar tidak merusak mesin.
Dengan memahami cara cek bensin basi yang benar, pemilik motor bisa mencegah kerusakan mesin sekaligus menjaga performa kendaraan tetap prima.






