portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Sign In
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Notification
HeadlineRacing

Ninja Kuning bersama Deny MJ Moncer di Piala Bupati Cup Sleman, Borong Juara 1 dan 2 Ninja Sunmory Komunitas!

Vario Evo 160 Makin Digandrungi Anak Muda Jogja, Apa yang Bikin Skutik Ini Jadi Sorotan?
Honda

Vario Evo 160 Makin Digandrungi Anak Muda Jogja, Apa yang Bikin Skutik Ini Jadi Sorotan?

HeadlineRacing

Juna Podium Race 1 Open, Honda BKJU Konsisten Berprestasi di AHDC 2026 Purwokerto

HeadlineRacing

Abiyan Razga Racing Team Tampil Gemilang di AHDC 2026 Purwokerto, Raih Dua Podium Matic!

Font ResizerAa
Otoinfo.idOtoinfo.id
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Sign In Sign In
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
MotoGP

Casey Stoner: “MotoGP Ulangi Kesalahan Formula 1, Bukan Lagi Olahraga Para Pembalap”

Wawan
Last updated: 17/08/2025 12:13
By Wawan
3 Min Read
Casey Stoner: “MotoGP Ulangi Kesalahan Formula 1, Bukan Lagi Olahraga Para Pembalap”
Casey Stoner: “MotoGP Ulangi Kesalahan Formula 1, Bukan Lagi Olahraga Para Pembalap”
SHARE

Otoinfo.id – Mantan juara dunia dua kali, Casey Stoner, kembali mencuri perhatian lewat kritik pedasnya usai sesi Latihan Bebas 1 MotoGP Austria 2025 di Red Bull Ring. Ia menilai kehadiran sistem kontrol stabilitas atau bantuan anti-highside telah mengubah wajah MotoGP ke arah yang keliru.

Contents
“Motor Paling Mudah Dikendarai di Dunia”Klaim “Keamanan” yang DipertanyakanRegulasi 2027 Dinilai Masih BermasalahMotoGP Kehilangan Jiwa Balapan?

Menurut Stoner, teknologi ini justru mengulang kesalahan yang pernah dibuat Formula 1. “Saat ini, kita menciptakan juara dari para insinyur, bukan dari para pembalap,” ujarnya dengan nada tegas.

“Motor Paling Mudah Dikendarai di Dunia”

Stoner menyoroti bagaimana perangkat elektronik membuat motor bermesin hampir 300 hp menjadi terlalu mudah dikendalikan. “Para pembalap terbaik di dunia kini mengendarai motor paling mudah dikendarai. Tidak ada lagi unsur keterampilan dalam mengontrol slide atau memainkan kopling,” ucapnya.

Ia bahkan menilai, kini pembalap hanya perlu menekan rem keras, masuk tikungan, dan memutar throttle tanpa rasa takut kehilangan kendali. Hal ini menurutnya merusak esensi MotoGP sebagai olahraga adu nyali dan keterampilan.

Klaim “Keamanan” yang Dipertanyakan

Pihak resmi MotoGP menyebut sistem kontrol stabilitas diciptakan demi keselamatan. Namun Stoner punya pandangan berbeda.

“Saya tidak melihat ini lebih aman. Jika bagian belakang motor terlalu dikontrol, pembalap akan makin berani mendorong bagian depan. Ketika ban depan hilang grip, potensi kecelakaan bisa lebih berbahaya,” katanya.

Ia juga menyinggung kecepatan yang makin tinggi di trek lurus, membuat margin kesalahan pada titik pengereman semakin tipis. Kondisi ini terbukti di Spielberg, ketika banyak rider melebar saat mengerem keras, termasuk Enea Bastianini yang beberapa kali keluar lintasan.

Baca Juga: Marquez Akui Bagnaia Rival Terberat di MotoGP Austria, Bukan Sang Adik

Regulasi 2027 Dinilai Masih Bermasalah

MotoGP berencana menerapkan regulasi baru pada 2027, termasuk pengurangan aerodinamika, kapasitas mesin, serta pelarangan perangkat height device. Namun Stoner menilai perubahan ini belum menyentuh akar masalah.

“Motor lebih ringan berarti jarak pengereman makin pendek dan peluang menyalip semakin sedikit. Winglet tetap ada, kecepatan tikungan makin tinggi, dan turbulensi udara justru memperburuk stabilitas,” paparnya.

Selain itu, Stoner mengingatkan soal biaya pengembangan aerodinamika yang justru menambah beban finansial tim. “Aero adalah hal termahal, dan ini sama sekali tidak membuat MotoGP lebih murah,” tandasnya.

Baca Juga: Jorge Martín Ungkap: “Lebih Berat Finis P15 Sekarang daripada Rebut Pole Tahun Lalu”

MotoGP Kehilangan Jiwa Balapan?

Bagi Stoner, arah MotoGP saat ini jelas menjauh dari esensi balap motor murni. “Setiap langkah regulasi justru menuju arah yang salah,” tutupnya.

Pernyataan Stoner menjadi peringatan keras bagi Dorna dan FIM agar tak lagi terjebak dalam kesalahan yang pernah menodai Formula 1: terlalu mengandalkan teknologi hingga keterampilan pembalap kehilangan peran utamanya.

Join Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
TAGGED:Anti-Highsidecasey stonerFormula 1motogpMotoGP Austria 2025
Share This Article
Facebook Email Copy Link

You Might Also Like

HeadlineRacing

Jonathan Rea: Tidak Ada Kaitannya dengan Petronas

By otoinfo
30/07/2021
HeadlineRacing

Jelang Moto3 Misano: Astra Honda Ajak Masyarakat Dukung Mario Aji

By otoinfo
22/10/2021
Sejarah Pertamina Mandalika Internasional Circuit dan Event Besar yang Pernah Digelar
Headline

Sejarah Pertamina Mandalika Internasional Circuit dan Event Besar yang Pernah Digelar

By Rifqi Fauzan
19/07/2024
HeadlineRacing

MotoGP: Vinales Pembalap Pertama yang Latihan di Jerez Jelang Balapan Pembuka

By otoinfo
23/06/2020
Jadwal Lengkap MotoGP San Marino 2025: Marc Marquez Bidik Kemenangan di Misano
MotoGP

Jadwal Lengkap MotoGP San Marino 2025: Marc Marquez Bidik Kemenangan di Misano

By Wawan
11/09/2025
Jorge Martin Tantang Marc Marquez dan Francesco Bagnaia
Headline

Jorge Martin Tantang Marc Marquez dan Francesco Bagnaia

By Rifqi Fauzan
19/05/2024
otoinfo.id - 2018
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media
  • Disclaimer – Otoinfo
portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?