Otoinfo.id – Carlos Ghosn, mantan bos Nissan yang kini menjadi buronan internasional, memperingatkan bahwa aliansi terbaru antara Honda, Nissan, dan Mitsubishi mungkin hanyalah taktik tersembunyi Honda untuk menguasai Nissan dan Mitsubishi. Menurut Carlos Ghosn, aliansi ini berpotensi menjadi “pengambilalihan” yang disamarkan oleh Honda.
Ghosn, yang mengawasi Renault-Nissan-Mitsubishi sebelum kepergiannya yang kontroversial, berpendapat bahwa Honda, sebagai pabrikan terbesar di antara ketiga merek, memiliki kekuatan untuk mengendalikan aliansi ini. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana itu bisa bekerja kecuali ini adalah pengambilalihan dengan Honda di kursi pengemudi,” katanya kepada Autonews.
Aliansi yang diumumkan pada 1 Agustus 2024 ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi kendaraan listrik dan perangkat lunak kendaraan. Kemitraan ini memungkinkan ketiganya memotong biaya dan berpotensi meningkatkan keuntungan. Namun, Ghosn skeptis bahwa aliansi ini lebih dari sekadar kerja sama strategis.
Ghosn, yang kini tinggal di Lebanon dan terlibat dalam dunia akademis serta penasihat startup, percaya bahwa Honda akan menjadi pengambil keputusan utama dalam aliansi ini. Menurutnya, sinergi antara ketiga merek hanya akan menjadi bagian kecil dari tantangan, sementara sebagian besar pekerjaan akan berfokus pada pengelolaan dan pengoptimalan aliansi tersebut.
“Aliansi ini tidak pernah dibahas selama saya di Nissan. Ada kebutuhan nyata untuk mempertimbangkan laba, pendapatan, dan pengurangan biaya secara serius,” tambah Ghosn.
Dengan rincian aliansi yang masih belum jelas, hanya waktu yang akan menunjukkan apakah dugaan Ghosn tentang agenda tersembunyi Honda akan terbukti benar.






