Otoinfo.id -bKemampuan mengendarai sepeda motor bukan hanya diukur dari seberapa cepat melaju di jalan. Pengendara yang baik juga dituntut memiliki pemahaman tentang keselamatan, teknik berkendara yang benar, serta etika saat berbagi ruang dengan pengguna jalan lainnya. Semangat itulah yang diusung Astra Motor Yogyakarta melalui Safety Riding Competition Regional 2026.
Ajang yang digelar pada 6 Juni 2026 ini menjadi wadah bagi anggota komunitas Honda di wilayah Yogyakarta untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat budaya berkendara aman. Sebanyak 75 peserta ikut ambil bagian, terdiri atas 40 peserta pria dan 35 peserta wanita dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga tenaga pendidik.
Kompetisi yang Menguji Pengetahuan dan Keterampilan

Berbeda dengan kompetisi otomotif pada umumnya, Safety Riding Competition lebih menitikberatkan pada kemampuan mengendalikan sepeda motor secara aman dan benar.
Setiap peserta harus melalui dua tahapan penilaian. Tahap pertama adalah ujian teori yang menguji pengetahuan mengenai peraturan lalu lintas, teknik dasar berkendara, posisi tubuh yang ideal, hingga etika saat berada di jalan raya.
Selanjutnya, peserta menjalani ujian praktik di lintasan yang telah disiapkan. Dalam sesi ini, mereka diuji melalui berbagai tantangan seperti narrow plank, low speed balance (LSB), teknik pengereman, hingga kemampuan bermanuver dengan presisi.
Seluruh materi dirancang untuk mengukur kemampuan peserta menghadapi situasi yang kerap ditemui dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
Pelajar hingga Guru Tunjukkan Kemampuan Terbaik

Persaingan berlangsung ketat karena peserta berasal dari berbagai komunitas Honda dengan kemampuan yang beragam.
Pada kategori putri, Syafa Dewi Lestari dari komunitas DAVINCI berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Vania Sheryl Esfandiany dari HGYC, sedangkan Ganis Ayu Lestari dari HBSC mengamankan posisi ketiga.
Sementara pada kategori putra, Pius Deo Saputra dari komunitas IMTY tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Akmal Fahmi dari HSFCI Yogyakarta, sedangkan Huda Restu Aji dari ONCB150R Yogyakarta menempati posisi ketiga.
Menariknya, para pemenang berasal dari latar belakang yang berbeda. Ada yang masih berstatus pelajar, namun ada pula yang berprofesi sebagai guru. Hal ini menunjukkan bahwa budaya keselamatan berkendara dapat dipelajari dan diterapkan oleh siapa saja.
Siap Mewakili Yogyakarta di Tingkat Nasional

Keberhasilan menjadi juara regional bukanlah akhir perjalanan. Para pemenang masih akan mengikuti proses seleksi lanjutan untuk menentukan wakil terbaik yang akan membawa nama Yogyakarta pada ajang Safety Riding Competition Nasional.
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, berharap para peserta terpilih tidak hanya mampu meraih prestasi di tingkat nasional, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Yogyakarta ingin menegaskan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan membentuk komunitas yang memiliki keterampilan berkendara dan pemahaman keselamatan yang baik, diharapkan budaya #Cari_Aman dapat semakin luas diterapkan oleh masyarakat.
Kompetisi ini menjadi bukti bahwa prestasi di dunia otomotif tidak selalu tentang kecepatan. Kemampuan mengendarai motor dengan aman, disiplin, dan penuh tanggung jawab juga layak mendapatkan apresiasi.
