Hypercar dua penumpang ini memiliki banyak keunggulan, mulai dari performa mesin yang mengagumkan hingga desain yang memukau. Mesin V16 8,3 liter aspirasi normal yang menggantikan mesin W16 8,0 liter lama mampu berputar hingga 9.000 rpm, menghasilkan suara yang menggelegar seperti gergaji mesin.
Kombinasi mesin V16 dengan tiga motor listrik menghasilkan tenaga 986 hp yang dapat berlipat ganda menjadi 1.775 hp dengan bantuan nitro. Output ini mengalahkan Chiron Super Sport yang hanya mampu mencapai 1.578 hp. Di atas aspal, Tourbillon mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu 2 detik, lebih cepat 0,4 detik dari Chiron.
Tourbillon dapat mencapai kecepatan 380 km/jam, sama dengan Chiron. Namun, dengan menekan tombol “speed key,” kecepatan maksimalnya dapat mencapai 445 km/jam, lebih cepat dari Chiron. Meski begitu, pesaingnya, Rimac Nevara, mampu mencapai kecepatan 400 km/jam dalam 21,3 detik, sementara Tourbillon butuh waktu “kurang dari 25 detik.”
Hypercar ini tidak menggunakan turbocharger dan dibanderol dengan harga lebih dari 3,8 juta Euro atau sekitar Rp 67 miliar, dengan pengiriman yang dijadwalkan pada 2026.
Dengan segala keunggulan dan performa yang ditawarkan, Bugatti Tourbillon tidak hanya menjadi simbol kecepatan dan kemewahan, tetapi juga bukti inovasi teknologi otomotif terkini. Hanya dengan 250 unit produksi, hypercar ini menjadi incaran para kolektor mobil mewah di seluruh dunia. Apakah Anda siap menjadi salah satu pemiliknya? Otoinfo.