Otoinfo.id – YOGYAKARTA, Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga bagaimana pengendara mampu mengelola emosi dan mengambil keputusan saat menghadapi berbagai situasi di jalan. Berangkat dari pentingnya kesadaran tersebut, Astra Motor Yogyakarta menggandeng Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta untuk memberikan pelatihan safety riding kepada para mahasiswa.
Kegiatan yang digelar pada 7 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya berkendara yang lebih aman di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa yang setiap hari menggunakan sepeda motor sebagai sarana mobilitas menuju kampus.

Edukasi Safety Riding untuk Calon Praktisi K3
Pelatihan berlangsung di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta dan diikuti oleh 45 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang mengambil peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kolaborasi ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai teknik mengendarai sepeda motor, tetapi juga mengajak mahasiswa memahami pentingnya pola pikir (mindset) dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.
Menurut Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Muhammad Ali Iqbal, tujuan utama pelatihan adalah membangun kesadaran bahwa keselamatan berkendara dimulai dari perilaku pengendaranya.
“Para mahasiswa dibekali tentang pengetahuan berkendara dasar dengan tujuan mengubah pola pikir mahasiswa dalam hal berkendara sepeda motor di jalan raya,” ujar Iqbal.

Tidak Sekadar Teori, Mahasiswa Langsung Belajar Lewat Simulator
Pelatihan dirancang lebih interaktif dibandingkan pembelajaran konvensional.
Setelah mendapatkan materi dasar mengenai keselamatan berkendara, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai potensi bahaya yang kerap ditemui di jalan.
Mengenal Potensi Bahaya Sejak Dini
Dalam sesi ini, mahasiswa mempelajari cara mengenali risiko berkendara, mulai dari kondisi lalu lintas, perilaku pengguna jalan lain, hingga pentingnya mengantisipasi situasi yang dapat memicu kecelakaan.
Untuk membuat pembelajaran lebih realistis, Astra Motor Yogyakarta memanfaatkan Honda Riding Trainer (HRT), yaitu simulator berkendara yang mampu menghadirkan berbagai skenario lalu lintas sehingga peserta dapat melatih kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi yang aman.
Praktik Langsung di Area Safety Riding Center
Usai mengikuti sesi teori dan simulasi, para mahasiswa langsung mencoba kemampuan mereka di area praktik Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta.
Instruktur safety riding memberikan berbagai materi praktik, mulai dari teknik dasar mengendalikan motor, posisi berkendara yang benar, hingga cara melakukan pengereman dan manuver secara aman.
Evaluasi Langsung dari Instruktur
Setiap peserta memperoleh evaluasi secara langsung dari instruktur mengenai teknik berkendara yang telah dilakukan.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat mengetahui kesalahan yang masih dilakukan sekaligus memahami teknik yang benar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih efektif.
Selain meningkatkan keterampilan berkendara, metode praktik ini juga bertujuan membangun rasa percaya diri saat menghadapi kondisi lalu lintas yang sebenarnya.

Membangun Budaya Berkendara Aman di Kalangan Generasi Muda
Astra Motor Yogyakarta menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Sebagai kelompok usia yang aktif menggunakan sepeda motor setiap hari, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan etika berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan.
“Melalui kolaborasi ini, harapannya para generasi muda dapat terus menerapkan prinsip berkendara dengan aman dan nyaman demi keselamatan di jalan raya,” ujar Julius.
Kolaborasi antara Astra Motor Yogyakarta dan Universitas Ahmad Dahlan menunjukkan bahwa edukasi keselamatan berkendara dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih menarik dan aplikatif. Melalui kombinasi teori, simulasi menggunakan Honda Riding Trainer, hingga praktik langsung di lintasan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan teknik berkendara yang aman.
Diharapkan, kegiatan seperti ini mampu melahirkan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya berkendara yang tertib, aman, dan nyaman di Indonesia.







