Otoinfo – Kegemilangan Marc Marquez sebagai bintang MotoGP masih tetap menginspirasi banyak pebalap, termasuk Francesco Bagnaia. Terinspirasi oleh perjalanan sukses Marquez, Bagnaia bertekad untuk menambah koleksi gelar juara dunianya di masa depan.
Musim ini, Bagnaia gagal meraih hat-trick juara dunia dan kalah dari Jorge Martin, yang tampil konsisten sepanjang musim. Salah satu faktor utama kegagalannya adalah performa buruk di sprint race, di mana Bagnaia tiga kali terjatuh tanpa meraih poin dan sembilan kali gagal masuk podium tiga besar. Sebagai perbandingan, Jorge Martin berhasil menang sembilan kali, dua kali finis di luar podium, dan hanya terjatuh dua kali.
“Saya belajar dari kesalahan yang membuat saya kehilangan gelar,” ungkap Bagnaia. Meskipun gagal merebut gelar untuk ketiga kalinya berturut-turut, Bagnaia siap bangkit dan fokus pada musim depan. Ia mengingat kembali perjalanan karier Marc Marquez, yang kini menjadi rekan setimnya di Ducati.
Setelah meraih kesuksesan pada musim 2013, Marquez kembali menyabet gelar juara dunia pada 2014 dan kemudian mendominasi MotoGP dengan meraih gelar juara pada 2016-2019. Kini, dengan delapan titel juara dunia, Marquez hanya terpaut satu gelar dari legenda MotoGP, Valentino Rossi.
“Jika kita melihat awal karier Marquez, dia meraih dua gelar juara berturut-turut, namun pada tahun ketiga (2015) dia gagal. Setelah itu, dia kembali menang dan menambah empat gelar juara lagi. Jadi, kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi,” tambah Bagnaia.
Meski gagal meraih back-to-back gelar dunia, banyak yang meyakini bahwa Francesco Bagnaia masih menjadi salah satu pebalap terbaik di lintasan dan memiliki potensi besar untuk kembali meraih kejayaan di musim-musim mendatang.