Otoinfo.id-Bicara skill, mental dan jam terbang Rafid Topan Sucipto siapa yang meragukan. Rider asal Tanjung Priok, Jakarta Utara itu punya pengalaman berlaga hingga level Moto2. Skill dan mentalnya pun terasah bukan lewat proses instan dan memang terlahir dari darah balap ayahnda. Pun begitu, apa artinya tanpa didukung performa pacuan.

Baca Juga : Hasil Lengkap Race 1 ARRC Zhuhai, China, 10 Agustus 2019
Sukses Topan di race 1 kelas AP250 pada seri ke-5 ARRC (Asia Road Racing Champ[ionship) di Sirkuit Zhuhai, China (10/8) kemarin, sejatinya kombinasi faktor itu semua. Nah, bicara data CBR250RR pacuan Rafid Topan Sucipto, Robert Cong coba membeberkan. Pasalnya, dialah salah satu sosok sentral dibalik lajunya CBR250RR bernomor start 50 itu. “Untuk mesin settingan hanya merubah power band aja. Di sirkuit Zhuhai ini butuh akselerasi yang bagus.Jadi power band di geser ke rpm lebih rendah, supaya akselerasi saat keluar tikungan lebih responsif,”ungkap Koko Robert-sapaan akrabnya.

Baca Juga : ARRC 2019 Zhuhai : Race 1 AP250, Topan Podium Terhormat, Indonesia Memang Hebat
“Untuk mappingan sedikit menyesuaikan dan sedikit lebih basah karena suhu sangat panas. Power band berkisar di 14.200-14.400 rpm. Lalu untuk suspensi, hanya perubahan di bagian depan, karna ada beberapa tikungan yang hard breaking,”lanjut mekanik yang sejatinya punya spesialisasi di mapping ECU (Electronic Control Unit). Pastinya, sejak seri awal hingga seri ke-5, progress set-upnya naik signifikan. “Ini tahun pertama pegang merek motor yang beda dengan sebelumnya, jadi memang step by step,”tukas Koko Robert yang identik dengan penampilan stylish itu. Mantap! Wawan
