Otoinfo – Industri otomotif global semakin melangkah ke depan menuju era kendaraan listrik (EV) sepenuhnya. Mercedes-Benz telah menetapkan strategi bisnis “Ambition 2039“.
Strategi tersebut bertujuan meningkatkan produksi kendaraan ramah lingkungan, khususnya EV, dan mendukung infrastruktur pengisian daya sendiri.
Meskipun demikian, langkah-langkah ini masih terkait erat dengan kesiapan pasar, seperti yang dijelaskan oleh PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).
MBDI menjelaskan bahwa implementasi rencana ini akan sangat bergantung pada kesiapan pasar menghadapi transisi ke elektrifikasi penuh.
Jika pasar belum siap, Mercedes-Benz akan tetap menyediakan kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE).
Pernyataan ini mencerminkan realitas bahwa transisi ke EV tidak bisa dipaksakan tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat dan infrastruktur setiap negara.
Semua bergantung pada kesiapan masing-masing negara menghadapi transisi ini. Jika pasar belum siap, tentu kami tidak akan langsung meninggalkan kendaraan konvensional.
MBDI akan tetap menyediakan produk baik dengan mesin pembakaran internal maupun EV
Indonesia, dalam konteks ini, masih menghadapi sejumlah tantangan dibandingkan dengan wilayah Eropa dan Amerika Utara.
Baik dari segi penerimaan masyarakat maupun infrastruktur pengisian daya, masih ada langkah yang harus diambil untuk menyamakan diri dengan negara-negara yang lebih maju dalam transisi ke kendaraan listrik.
Namun demikian, Mercedes-Benz tetap mempertahankan targetnya untuk beralih sepenuhnya ke EV. Meski menerima kenyataan bahwa Indonesia mungkin belum sepenuhnya siap, pabrikan ini menyatakan komitmennya untuk bergerak menuju masa depan mobil listrik.
Mungkin dibandingkan dengan Eropa atau AS, mereka lebih siap dalam transisi EV dibandingkan dengan Indonesia. Namun, Mercedes-Benz juga memiliki target untuk menuju ke arah tersebut
Mercedes-Benz, yang dikenal sebagai ‘Silver Arrow’, telah menetapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai ‘Ambition 2039’.
Salah satunya adalah meningkatkan produksi lebih dari setengah mobil baru bertenaga hybrid atau listrik pada 2030, diikuti dengan pencapaian karbon netral sepenuhnya pada tahun 2039.
Pabrikan ini juga telah meluncurkan berbagai model yang mendukung rencana strategis ini, seperti EQA, EQE, EQS, dan EQB.
Pemperkenalan konsep baru CLA menjadi langkah awal dalam mengawali era baru elektrifikasi. Meskipun tantangan di Indonesia masih signifikan, langkah-langkah yang diambil Mercedes-Benz menjadi bukti nyata dari komitmen mereka dalam mendukung perubahan menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Dengan terus mengikuti perkembangan ini, diharapkan Indonesia dapat mempercepat kesiapannya untuk menyambut era kendaraan listrik sepenuhnya.
Dengan begitu, penerapan EV tidak hanya menjadi sebuah tren global, tetapi juga menjadi bagian integral dari mobilitas di tanah air, memperkuat kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Otoinfo.
