Otoinfo – Aksi di trek MotoGP akhirnya kembali hidup pada 2025, dimulai dengan tes pra-musim pertama di Sepang, Malaysia, yang berlangsung pada 5-7 Februari. Setelah beberapa pembalap uji, pemula, dan pembalap dengan keringanan menjalani tes awal di Sepang, seluruh grid 2025 akan berkumpul di Malaysia untuk pertama kalinya sejak 19 November tahun lalu.
Pada pra-musim kali ini, banyak hal yang bisa dinantikan. Salah satunya adalah pergantian pembalap, dengan beberapa wajah baru yang bergabung, serta upaya tim untuk mengejar ketertinggalan dari Ducati, yang kini menjadi raja di dunia MotoGP. Ducati sudah melakukan beberapa penyesuaian pada aerodinamika motor mereka, meskipun pembaruan besar diperkirakan baru akan terlihat pada tes final di Buriram. Gigi Dall’Igna, direktur teknis Ducati, dikenal sering melakukan perubahan besar di akhir musim tes, yang memaksa tim lain untuk cepat beradaptasi.
Selain Ducati, Yamaha juga menjadi sorotan besar. Meskipun sudah lama berkembang di MotoGP, Yamaha kali ini memiliki tantangan besar. Mereka sedang mengembangkan motor dengan konfigurasi mesin V4, yang diharapkan bisa membawa perubahan signifikan untuk tim pabrikan Jepang ini. Namun, meskipun banyak yang berharap melihatnya pada tes Sepang kali ini, dipastikan motor V4 Yamaha belum siap untuk diuji di sana. Yamaha pun mengonfirmasi bahwa motor tersebut masih dalam tahap pengembangan dan tidak akan hadir pada tes pra-musim ini.
Bagi banyak tim, tes di Sepang akan menjadi kesempatan pertama mereka untuk melihat bagaimana hasil pengembangan musim dingin dan persiapan mereka untuk musim yang akan datang. Setiap tim berharap dapat mengejar ketertinggalan dari Ducati dan membuktikan kemajuan yang telah mereka capai sejak tes terakhir pada November 2024. Banyak yang menantikan bagaimana pembalap-pembalap baru akan beradaptasi dengan motor mereka, serta apakah pembaruan teknis dari tim-tim besar akan membuahkan hasil.
Dengan tes resmi yang dimulai minggu ini, semua mata akan tertuju pada Ducati dan Yamaha, serta bagaimana perubahan-perubahan baru ini akan mempengaruhi persaingan di musim 2025.
