Otoinfo-Gelaran Yamaha Sunday Race (YSR) yang diklaim sebagai balap komunitas R-Series terbesar ditanah air, tak bisa lepas dari kata komitmen. Baik Yamaha Indonesia sebagai penyelenggara dan peserta dari tim profesional dan komunitas. Itu pula yang dibuktikan oleh Al Rasyid Indo Racing (AIR). Tim yang dikomandoi oleh Rachmat Allrasyid (Acid) dan Bambang Ismu (Komeng) itu terbukti konsisten ambil bagian. Terlebih lagi di tahun ini yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok. NTB yang punya nilai sensasi yang berbeda.
Baca Juga : YSR 2023 Mandalika: Kalahkan Juara Asia, Bukti Potensi Davino Britani di All New R15 Junior Pro (Race 2)
Yup! berkolaborasi dengan YROI Banten Timika (R15 Comm A) dan 77 Racing Course (All New R15 Junior Pro) terbukti jadi bagian dari seri perdana akhir pekan kemarin (19-20/8). Adalah Michail Xavier Yanri (R15 Comm A) dan Abyyoke Pratama (All New R15 Junior Pro) dua pembalap yang diturunkan dengan dukungan penuh Acid. “Tetap pada misi pembinaan dan memberikan kesempatan pada talenta muda seperti Mika dan Yoke,”ungkap Acid yang yang memang terbukti punya beberapa program pembinaan.

Baca Juga : YSR 2023 Mandalika: Kalahkan Juara Asia, Bukti Potensi Davino Britani di All New R15 Junior Pro (Race 2)
Kesempatan itu pun tak sia-siakan oleh Mika dan Yoke, keduanya pun terpantau melakukan persiapan optimal. Yakni ikut program sekolah balap di 77 Racing Course dan Doni Racing School. Alhasil, Mika sukses raih podium juara di race-1 (R15 Comm A), sedangkan Yoke memang masih dalam tahap adaptasi. Komeng yang dipercaya penuh Acid memberikan catatan,” Yoke ini kali pertama ikut Junior Pro, notabene dari awal hanya mau pakai sport. Memang sih, dia masih minim pengalaman dalam fight dan agresif nya hrs di tingkatkan lagi. Pembelajaran untuk Yoke dalam balapan adalah harus bisa cepat beradaptasi dengan motor dan sirkuit, yang semua serba baru sampai level kompetisinya pun sangat ketat. Alhamdulillah dari FP yang digabung dengan QTT bisa kasih input setup motornya kepd mekanik. Walaupun pada saat balap masih ada beberapa kekurangan setup,”beber Komeng.

“Untuk Mika banyak progres positif terutama pada setup motor dari hasil inputannya. Namun di race 1, ada kesalahan yang lumayan fatal dia lakukan. Yaitu salah melihat kode lampu start yang mengakibatkan dia sempat tercecer dibarisan belakang. Tapi dia berusaha semaksimal mungkin menyusul dan alhamdulillah dia bisa podium 1 dan membuat catatan fastest lap. Race 2 punya peluang untuk kembali pdium juara tapi ada kendala teknis,”tukas Komeng yang tak lain dan tak bukan ayah dari Yoke dan Mika sendiri. Gaspol! Wawan
