
Otoinfo.id-Apresiasi spesial diberikan oleh Bos Djava Adventure yakni Rois Gusta Ambara. Itu lanataran dua pembalap andalannya sukses raih podium terhormat di event Black Parade akhir pekan kemarin (26-28/5) di Prono Jiwo, Semeru Mount, Lumajang, Jatim. Makin spesial lantaran podium yang didapat pada kelas yang bisa diklaim sebagai kelas ‘neraka’ alias dengan persaingan super ketat dan panas. Wow!

Yup! Black Parade sendiri adalah event trail adventure dan hard enduro bergegsi. Jangan sebut tim papan di gelaran trail adventure dan hard enduro atas bila tak ikut ambil bagian dalam event itu. Gengsi persaingan makin tinggi dengan sistem seleksi untuk masuk kelas Empire. Dari berbagai sumber disebutkan ada dua kategori yang dilombakan yakni Tough Adventure dan Empire. Tough Adventure merupakan kategori adventure, sementara Empire adalah kategori hard enduro.


Baca Juga : Road Race 2023: Ancaman Suzuki Satria Glory Sport Club di Bebek 2T TU 125 cc, Anak Bawang Berani Tantang!
Bahwa untuk masuk kategori Empire ada bebera persyaratan yang harus dipenuhi yakni peserta telah mendapatkan penghargaan sebagai finisher di perhelatan Black Parade sebelumnya. Lalu peserta telah meraih prestasi dalam perhelatan enduro atau hard enduro skala nasional dan peserta telah mengikuti atau menjadi juara tiga seri perhelatan Indonesian Hard Enduro (IHE). Itu artinya, tiga pembalap Djava Advdenture memang punya pengalaman mumpuni untuk kompetisi hard enduro.

Baca Juga : Meriah! Ajang bLU cRU Yamaha Enduro Challenge di Yogyakarta Jadi Pusat Perhatian Pecinta Yamaha
Tiga pembalap Djava Adventure yang dimaksud adalah Sidur (Empire Angel), Herjuno dan Bagas Arya (Empire Demon). Oh ya, kategori Empire ada tiga kelas yakni Empire Demon memperlombakan peserta dengan motor build-up tanpa batas usia, kelas Angel memperlombakan peserta berusia 40 tahun ke atas dengan jenis motor bebas, serta kelas Unscared memperlombakan peserta dengan motor lokal tanpa batas usia.

Baca Juga : Yamaha Enduro Challenge 2023: Pesta Hadiah dan Diskon KYB Diserbu Pengunjung!
“Saya terjun di kelas Empire Demon (kelas tertinggi) atau bisa dibilang kelas neraka. Untuk perlombaan ini berjalan 2 hari dan waktu tempuh yang saya selesaikan perhari kira-kira 2 jam dengan jarak tempuh jalurnya sekitar 50 Km. Event Black Parade tahun ini bisa dibilang menyenangkan karena dari segi jalur dan cuaca itu sangat menguntungkan bagi saya, karena di Black Parade ini selalu dengan culturenya yaitu track bebatuan yang tidak ada ujungnya, dan saya sangat menyukai track seperti itu,”ungkapnya.

Baca Juga : PSD Racing Shock Dibuktikan di Kelas UB125 SCR 2023 Seri 2, Spesial dengan Monoshock Baru!
“Jadi ya begitulah, harus ada skill, fisik, dan mental yang perlu dipersiapkan di event satu ini. Tanpa itu bisa dibikin nangis di jalur. Untuk hasil lombanya saya mendapatkan juara ke 2 di kelas ini, karena ada sedikit drama (motor trouble) di hari Minggu pagi race hari ke-2 dan saya harus start di urutan ke 20 yang harusnya saya start di urutan ke 4 untuk race ke 2. Tapi untungnya saya bisa mendapatkan time yang cukup bagus yang bisa membawa saya di urutan ke 2 dan saya senang dengan itu,”tukas Herjuno dengan nomor start 22 itu.
Baca Juga : Galang dan Aldi Berangkat Italia, Siap Ikuti Kejuaraan Dunia Bersama LFN!
Bila Herjono podium runner up di kelas Empire Demon, Si Dur justru sukses raih podium juara di kelas Empire Angel, sedangkan Bagas Arya harus puas di finish ke-17. Tetap semangat! Wawan

