Otoinfo.id–Ada fakta menarik dan tak terbantahkan di gelaran Yamaha Endurance Festival (YEF) akhir pekan kemarin (18-19/12) di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar. Event bergensgi garapan Yamaha Indonesia yang menguji daya tahan pembalap dan motor mengitari sirkuit sepanjang 4,12 Km itu selama 2 jam. Adalah suksesnya Doni Racing School (DRS35) mencetak juara di kelas Sport 155 cc sekaligus mendominasi di kelas itu.

Baca Juga : Yamaha Endurance Festival 2021: Tim Yamaha Ziear IKut Disponsori ABS, Ternyata Ini Sosok Dibaliknya!
Yup! pembalap yang jadi juara dikelas itu yakni Sendy dan Riyadh adalah anak didik DRS35 asuhan Doni Ramdani itu. Terdaftar sebagia pembalap dari komuitas YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia), kedua pembalap muda tersebut sangat mendominasi di race yang berlangsung. Benar saja, dengan perolehan finish 49 detik di depan pembalap kedua, Sendy dan Riyadh memimpin perlombaan dengan jarak hampir setengah putaran Sentul, atau kurang lebih 2 km (kilo meter).

Baca Juga : Yamaha Endurance Festival 2021: Sempat Alami Kendala, Duo Bahtera Berhasil Podium!
Selain Shendy dan Riyadh, ada juga pasangan Guntur dan Fadli di podium kelima. Guntur dan Fadli juga anak didik DRS35 yang membela tim YROI juga. Doni mengaku sudah menyiapkan mereka bedua dari jauh hari, “Kami berlatih setiap hari, terutama mengingat bahwa event kemarin adalah endurance alias ketahanan,” terangnya. Metode latihannya benar–benar fokus pada ketahanan, “Setiap sesi latihan, mereka memutar sirkuit selama kurang lebih satu jam tidak boleh berhenti. Mereka juga harus memiliki waktu konsisten, jangan kencang pada beberapa putaran doang,” lanjut Doni.

Baca Juga : Yamaha Endurance Festival 2021: Duet Yamaha Akai Jaya Podium Kedua, Anggi Setiawan Ungkap Strategi!
Doni menekankan, bahwa latihan fisik bukan hanya saat berlatih di gym dan pelatihan ini juga tidak disamaratakan alias tetap manusiawi. “Karena banyak orang yang kuat fisik belum tentu kuat di atas motor, makanya pelatihan disini (DRS) selalu diseimbangi dengan pembalapnya masing–masing. Kami cari kelemahannya, lalu kelemahan itu kami betulkan,” tutup Doni. Mantap! Rai
