OtoInfo.Id-Seperti janji terbaik, janji matahari pada bumi. Seperti itu pula pada Richard Taroreh dan Syahrul Amin, keduanya ‘janji’ tampil optimal. Coba klik lagi, https://www.otoinfo.id/yamaha-sunday-race-ysr-2018-seri-2-250-cc-pro-kedatangan-tamu-spesial-richard-syahrul-siap-tampil-optimal/. Hasilnya? Duat Papua dari tim Yamaha Yamalube FDR SSS NHK 549 Kaboci kembali naik podium pada kelas 250 cc pro rider. Yup, tepatnya pada gelaran Yamaha Sunday Race (YSR) seri ke-2 di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar (6/5). Richard kembali mengulang prestasi seri 1 (8/4) lalu dipodium tertinggi, sementara Syahrul Amin dengan segala upaya sukses di podium ketiga. Beda dengan Richard yang dari lepas start tak terkejar, Syahrul lebih jibaku melawan gempuran M. Faerozi (Yamaha Yamalube PARD Racetech Racing).

Diposisi kedua ada Rey Ratukore ( Yamaha Yamalube Cargloss Mandiri Nissin IRC), Rey yang memacu korekan Leon Candra (Racetech) kembali menghadapai serangan duaet Papua Richard dan Syahrul pada klasemen. Mengaku sedikit alami masalah pada engine, Rey bersyukur masih bisa podium kedua,”Puji Tuhan bisa naik podium, walaupun memang performa motor tak optimal. Ada kendala bagian head, “sebut Rey yang disupport langsung oleh istri tercinta, Angel. Koko Leon-sapaan akrab Leon Candra juga akui soal kendala yang disebut tadi. Bahkan, dibilang kendala ini sudah ada sejak akhir seri tahun lalu. Nah! “Tapi memang ‘anginnya’ lagi ada di R25 Achos, tugas kita untuk segera atasi problem ini,”sungut Koko Leon.

Achos Lalang sendiri yang jadi ‘pawang’ R25 pacuan Richard dan Syahrul malah mengakui belum sepetuhnya optimal,”Powernya udah enak, tapi kadang masih miss-miss,”nilai Richard yang tahun juga main di ARRC (AP250) bersama tim Yamaha Racing Indonesia. Selain sisi teknis, ada hal menarik yang patut dicermati dari kemenangan duet Papua kali ini,”Kita punya gaya komunikasi yang beda, saya sebut dengan bahasa akar rumput tanpa kosakata indah. Ini cara kita untuk mendapatkan chemistry, baik teknis maupun non teknis. Bukan apa-apa, awal Richard dan Syarul berkarier dibalap kita sudah bersama,”beber Achos yang memang tak hanya jadi mekanik, tapi motivator bagi duet Papua, Richard-Syahrul. Wawan
