Otoinfo.id-Musim balap 2019 tinggal menghitung hari. Banyak catatan penting dalam perjalanan balap dimusim ini. Salah satunya adalah ada beberapa tim yang tumbang ditengah kompetisi. Fenomena ini pun tak luput dari perhatian Andi Raja Limbunan akrab disapa Andi Akai owner Yamaha Akai Jaya asal Palu, Sulteng. Dalam kesempatan wawancara khusus, Andi Akai bicara kunci tetap survive dengan menekankan pada 6 pilar utama dalam balap. Apa tuh?

Baca Juga : Pirelli Kejurnas Motorprix 2019 Palu: Hadiah Spesial Buat Owner, Yamaha Akai Jaya Tampil Moncer!
“Prediksinya 2020 ekonomi global akan alami stagnan bahkan bisa turun. Indikasinya, saat ini secara dunia pun persaingan makin ketat, dari segi brand-brand apa aja. Pasarnya segitu aja, brand makin banyak otomatis persaingan makin ketat. Daya beli dunia itu juga tidak akan lebih dari tahun sebelumnya, dan itu pun pasti berimbas dengan dunia balap. Contoh 2019 banyak brand-brand lokal produksi Indonesia mengerem biayanya lokal tapi memberikan ke internasional, sehingga di Indonesia pun mengalamai defisit di dunia balap,”buka ARL-nama tenar Andi Akai.

Baca Juga : Yamaha Cup Race 2019 Pangkep: Hadir Yamaha Akai Jaya, ‘Spirit Of Sulawesi’ di Pentas Balap Nasional
“Untuk itu harus perhatikan 6 pilar yakni PP IMI, ATPM, pedagang, tim, mekanik dan pembalap. Ini semua perlu hidup, jangan regulasi hanya menguntungkan satu pihak. Contoh bikin regulasi kelas baru motor baru dengan dalih pembalap senang, ujung-ujungnya mekanik yang dapat job, tapi yang bonjos bos tim karena bikin baru, pedagang ikut bonjos untuk menyiapkan produk baru, ATPM juga bonjos nyiapian spare part baru,”ungkapnya.

Lebih lanjut,”Untuk regulasi yang ada sekarang sudah baik diharapkan konsisten di tahun depan. Karena untuk tahun depan, harus bertahan dulu di dunia balap. Nggak bisa expand, nggak bisa invet baru dan saya yakin tahun depan semua ATPM akan ngerem budgetnya. Sekali lagi kuncinya 6 pilar tadi, kalo tidak survive salah satu tidak bagus, tim mau menang sendiri merugikan PP IMI tidak bagus, juga sebaliknya. Pedagang, ATPM juga begitu, jadi semua kepentingan 6 pilar, sama-sama harus hidup,”tegas pria lulusan perguruan tinggi di Australia itu.Wawan
