portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Sign In
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Notification
HeadlineInfo

Jumat Berkah dan Langkah Pengabdian: H. Supriyono Resmi Daftar Calon Ketua IMI DKI Jakarta 2026-2030

HeadlineInfo

Empat Periode Mengabdi, H. Supriyono Bawa Pengalaman dan Dedikasi Menuju Kursi Ketua IMI DKI Jakarta 2026-2030

HeadlineRacing

Klaten International Motocross Sukses Digelar, Bupati Apresiasi Jalannya Event

HeadlineRacing

Josjis! Alfi Husni Menang Dramatis di Underbone 130 Superprix 2026 Surabaya

Font ResizerAa
Otoinfo.idOtoinfo.id
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Sign In Sign In
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
HeadlineInfo

Empat Periode Mengabdi, H. Supriyono Bawa Pengalaman dan Dedikasi Menuju Kursi Ketua IMI DKI Jakarta 2026-2030

Setiaji
Last updated: 24/08/2026 15:23
By Setiaji
12 Min Read
SHARE

Otoinfo.id – Kontestasi menuju kursi Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta periode 2026-2030 mulai memasuki babak penting. Sejumlah nama mulai muncul dan menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi otomotif ibu kota memasuki periode kepengurusan berikutnya.

Salah satu nama yang kini resmi masuk dalam bursa pencalonan adalah H. Supriyono, sosok yang di lingkungan IMI DKI Jakarta lebih akrab disapa Pak Supri.

Berbeda dengan kandidat yang mungkin baru muncul menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov), Pak Supri datang dengan modal pengalaman panjang di dalam organisasi. Ia bukan sosok yang baru mengenal IMI dari luar pagar. Empat periode berturut-turut telah dijalaninya sebagai bagian dari kepengurusan IMI DKI Jakarta.

Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu modal yang dibawanya ketika memutuskan maju sebagai kandidat Ketua IMI DKI Jakarta periode 2026-2030.

Bagi para pemilik suara dalam Musprov nanti, sosok kandidat tentu tidak cukup hanya dilihat dari visi dan misi yang tertulis di atas kertas. Rekam jejak, pengalaman berorganisasi, hubungan dengan klub dan komunitas, serta konsistensi dalam mendukung perkembangan olahraga otomotif menjadi bagian penting yang layak dipertimbangkan.

Di titik inilah perjalanan H. Supriyono menarik untuk disimak. Empat Periode, Empat Tahun Bukan Waktu yang Singkat

Pengabdian H. Supriyono di tubuh IMI DKI Jakarta telah berlangsung selama empat periode secara berkesinambungan.
Dua periode pertama dijalani pada era kepemimpinan A. Judiarto, kemudian dilanjutkan dua periode berikutnya di bawah kepemimpinan Anondo Eko.

Dalam perjalanan tersebut, H. Supriyono dipercaya mengemban posisi sebagai Ketua Bidang Olahraga Sepeda Motor.
Posisi tersebut membuatnya tidak hanya berhadapan dengan urusan administratif organisasi.

Dunia olahraga sepeda motor yang dinamis menuntut pemahaman terhadap atlet, klub, penyelenggara kegiatan, regulasi, hingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Empat periode berada dalam struktur organisasi juga memberikan kesempatan bagi H. Supriyono untuk melihat IMI DKI Jakarta dari berbagai sisi—mulai dari pembinaan olahraga, hubungan dengan klub, komunitas, atlet hingga penyelenggaraan berbagai agenda otomotif.

Pengalaman itulah yang kini menjadi salah satu bekal ketika dirinya memutuskan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Bukan Hanya Duduk di Balik Meja
Salah satu hal yang melekat pada sosok H. Supriyono adalah keterlibatannya secara langsung dalam dunia motorsport.

Perhatiannya terhadap olahraga otomotif, khususnya roda dua, tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas organisasi. Ia juga terlibat dalam memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan balap melalui tim yang membawa nama Pikoli Motoring Oil.

Dukungan tersebut mencakup berbagai event kejuaraan nasional, sekaligus support kepada pembalap roda dua maupun roda empat yang berkompetisi di level nasional dan internasional.

Bagi H. Supriyono, dunia balap bukan sekadar persoalan siapa yang menjadi juara. Di balik sebuah perlombaan terdapat pembalap yang membutuhkan dukungan, tim yang bekerja keras, mekanik yang berjibaku, sponsor yang percaya, serta keluarga yang selalu berada di belakang perjuangan seorang atlet.

Karena itu, keterlibatan di dunia motorsport menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.

Dekat dengan Klub dan Komunitas
IMI pada dasarnya bukan hanya tentang kompetisi balap.

Di dalamnya terdapat klub, komunitas, atlet, penyelenggara event dan berbagai stakeholder yang menjadi bagian dari ekosistem otomotif.
Kedekatan dengan klub dan komunitas menjadi salah satu bagian yang turut mewarnai perjalanan H. Supriyono.

Ia dikenal aktif memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan komunitas otomotif. Tidak semuanya berbentuk dukungan material. Dalam sejumlah kegiatan, kehadiran, komunikasi dan perhatian terhadap kebutuhan komunitas juga menjadi bagian dari kontribusi.
Pendekatan seperti ini menjadi penting karena keberadaan IMI tidak dapat dilepaskan dari klub dan komunitas sebagai salah satu fondasi organisasi.

Bagi kandidat Ketua IMI DKI Jakarta, kemampuan untuk mendengar dan memahami persoalan yang berada di tingkat bawah menjadi nilai yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan menjalankan roda organisasi.

Dari Olahraga hingga Kepedulian Sosial
Perjalanan H. Supriyono juga tidak berhenti pada dunia motorsport.

Ia turut memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan sosial yang bersinggungan dengan komunitas dan masyarakat.

Bagi dirinya, kegiatan sosial dan olahraga memiliki satu titik temu: memberikan manfaat.
Dukungan terhadap sebuah kegiatan, menurut semangat yang dibawanya, bukan semata-mata untuk mencari pengakuan. Ada nilai kebersamaan dan rasa syukur yang ingin diwujudkan melalui keterlibatan tersebut.
Pandangan inilah yang kemudian menjadi salah satu karakter yang melekat dalam kiprahnya.

Dukungan untuk Tim PON DKI Jakarta
Salah satu bagian lain dari kiprah H. Supriyono adalah keterlibatannya dalam memberikan dukungan terhadap persiapan tim PON DKI Jakarta.

Kontribusi tersebut disebut telah diberikan sejak PON Papua, kemudian berlanjut pada PON Sumut-Aceh.

Bagi seorang atlet, kesempatan tampil di PON bukanlah perjalanan yang singkat. Ada proses seleksi, latihan, persiapan teknis, kebutuhan perlengkapan hingga dukungan finansial dan moral yang harus dipenuhi.

Di sinilah dukungan dari berbagai pihak menjadi penting.

H. Supriyono turut mengambil bagian dalam ekosistem dukungan tersebut dan berharap kontribusi serupa dapat terus dilanjutkan menuju PON 2028 di NTT-NTB.

Mengapa H. Supriyono Maju?
Pertanyaan terbesar yang kemudian muncul adalah: mengapa setelah empat periode berada dalam kepengurusan IMI DKI Jakarta, H. Supriyono kini memilih maju sebagai kandidat ketua? Bagi Pak Supri, keputusan tersebut tidak semata-mata lahir dari keinginan untuk mendapatkan posisi.

Ada pengalaman panjang yang membuatnya memahami persoalan organisasi dari dekat. Ada interaksi dengan klub dan komunitas. Ada pengalaman mendampingi olahraga sepeda motor. Dan ada keinginan untuk memberikan kontribusi dalam ruang yang lebih luas.

“Saya sudah cukup lama berada di dalam organisasi. Selama perjalanan itu tentu banyak hal yang saya lihat, saya pelajari dan saya rasakan. Ketika akhirnya saya memutuskan maju, niat saya adalah bagaimana pengalaman tersebut bisa saya gunakan untuk memberikan sesuatu yang lebih baik bagi IMI DKI Jakarta,”tegasnya.

Ia menyadari bahwa menjadi Ketua IMI DKI Jakarta bukan pekerjaan ringan.
Ketua bukan hanya harus mampu menjalankan organisasi, tetapi juga harus bisa menjadi jembatan antara berbagai kepentingan yang ada di dalamnya.

“IMI ini milik bersama. Ada klub, atlet, komunitas, pengurus, penyelenggara event dan banyak pihak lainnya. Kalau saya diberikan amanah, saya ingin membangun komunikasi yang terbuka. Saya ingin semua pihak merasa punya tempat dan bisa menyampaikan aspirasinya,”ujarnya dalam kesempatan wawancara di Kejurnas Motocross (23/8) akhir pekan kemarin di Sirkuit Bokong Semar, Klaten, Jateng.

Pengalaman Menjadi Modal, Bukan Alasan untuk Berhenti Belajar
Empat periode berada di dalam kepengurusan tentu memberikan pengalaman yang tidak sedikit.

Namun pengalaman tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk merasa paling tahu.
Justru pengalaman, menurut semangat yang dibawa H. Supriyono, harus menjadi modal untuk terus belajar.

Dunia otomotif berubah sangat cepat. Teknologi berkembang, pola kompetisi berubah, komunitas semakin beragam dan generasi muda memiliki cara baru dalam melihat olahraga otomotif.

IMI DKI Jakarta membutuhkan organisasi yang mampu mengikuti perubahan tersebut tanpa kehilangan akar dan nilai kebersamaan.
“Kita tidak bisa hanya berpikir seperti dulu. Generasi muda sekarang punya cara sendiri, punya ide dan kreativitas yang luar biasa.

Organisasi harus bisa membuka ruang bagi mereka. Jangan sampai anak-anak muda hanya menjadi penonton, tetapi harus diberikan kesempatan untuk berkembang dan berprestasi,”tegas Pak Supri yang optimis memenangkan kontestasi ini.

Menempatkan Atlet dan Klub sebagai Bagian Penting Organisasi

Bagi seorang yang telah lama berada di bidang olahraga sepeda motor, persoalan pembinaan atlet menjadi perhatian tersendiri.
Prestasi tidak lahir secara instan.

Seorang pembalap membutuhkan kompetisi yang sehat, pembinaan berjenjang, dukungan klub, pelatih, mekanik, sponsor serta organisasi yang mampu menciptakan ekosistem yang kondusif.

Karena itu, penguatan pembinaan olahraga menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepengurusan IMI DKI Jakarta ke depan.
Hal yang sama juga berlaku bagi klub.
Klub bukan sekadar peserta kegiatan. Klub merupakan bagian dari struktur yang ikut menghidupkan olahraga otomotif.

Hubungan yang sehat antara Pengprov dengan klub akan menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi.

Apa yang Dicari Pemilik Suara? Musprov IMI DKI Jakarta bukan sekadar forum pergantian kepengurusan.

Di dalamnya terdapat amanah dari klub-klub pemilik hak suara untuk menentukan siapa yang dianggap mampu membawa organisasi selama empat tahun ke depan.

Karena itu, rekam jejak kandidat menjadi sesuatu yang penting untuk diketahui.
H. Supriyono membawa pengalaman empat periode di dalam struktur IMI DKI Jakarta, pengalaman sebagai Ketua Bidang Olahraga Sepeda Motor, keterlibatan dalam dunia motorsport, hubungan dengan klub dan komunitas, serta kontribusi terhadap pembinaan atlet dan kegiatan sosial.
Semua pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan yang akan dinilai oleh pemilik suara.

Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan peserta Musprov.

Namun sebelum memilih, mengenal calon secara lebih dekat adalah bagian penting dari proses demokrasi organisasi.

Dari Pengabdian Menuju Amanah
H. Supriyono mungkin bukan sosok yang baru muncul ketika bursa pencalonan Ketua IMI DKI Jakarta dibuka.

Empat periode pengabdian membuat namanya telah cukup lama berada dalam perjalanan organisasi.

Kini ia memilih untuk maju dan menawarkan pengalaman tersebut kepada keluarga besar IMI DKI Jakarta.

Apakah pengalaman panjang tersebut akan berujung pada kepercayaan untuk memimpin IMI DKI Jakarta periode 2026-2030?

Jawabannya akan ditentukan dalam Musyawarah Provinsi.

Namun satu hal yang menjadi menarik dari pencalonan H. Supriyono adalah cara ia melihat kepemimpinan bukan hanya sebagai sebuah posisi, melainkan sebagai amanah untuk memberikan manfaat.

“Saya tidak ingin pencalonan ini dilihat sebagai ambisi pribadi. Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk mengabdi lebih luas. Kalau nanti dipercaya, saya ingin bekerja bersama-sama. Kalau tidak, saya tetap akan mendukung IMI DKI Jakarta. Karena yang harus kita utamakan adalah organisasinya, bukan orangnya,”katanya.

Kalimat tersebut menjadi penting karena pada akhirnya kontestasi akan selesai, tetapi IMI DKI Jakarta harus tetap berjalan.

Siapa pun yang nantinya terpilih, tantangan terbesar bukan lagi memenangkan Musprov, melainkan membangun organisasi yang mampu memberikan manfaat bagi klub, atlet, komunitas dan seluruh ekosistem otomotif di Jakarta.

Dan bagi H. Supriyono, perjalanan menuju Musprov 2026 bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kursi kepemimpinan.
Ini adalah perjalanan panjang dari sebuah pengabdian menuju sebuah amanah.

Profil Singkat H. Supriyono
Nama: H. Supriyono
Sapaan: Pak Supri
Organisasi: Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta
Pengalaman Kepengurusan: 4 periode berturut-turut
Era Kepemimpinan: A. Judiarto dan Anondo Eko
Posisi: Ketua Bidang Olahraga Sepeda Motor
Bidang Aktivitas: Motorsport, olahraga sepeda motor, pembinaan atlet, klub dan komunitas
Dukungan Motorsport: Pikoli Motoring Oil
Keterlibatan Pembinaan: Dukungan terhadap tim PON DKI Jakarta sejak PON Papua hingga PON Sumut-Aceh
Pencalonan: Kandidat Ketua IMI DKI Jakarta periode 2026-2030

Join Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Share This Article
Facebook Email Copy Link

You Might Also Like

Honda Giorno Plus 125 Revolusi Rangka Baru, Performa dan Keamanan Maksimal!
Info

Honda Giorno Plus 125 Revolusi Rangka Baru, Performa dan Keamanan Maksimal!

By Isdiyanti
24/04/2024
AssesoriesHeadline

Puaskan Pelanggan, RCB Gandeng ADD Suspension Untuk Riset Balap!

By otoinfo
21/08/2018
Honda eN1, HR-V Listrik yang Bikin Gagal Move On!
Info

Honda e:N1, HR-V Listrik yang Bikin Gagal Move On!

By Rifqi Fauzan
05/04/2024
HeadlineRacing

Pirelli Kejurnas MotorPrix 2019 Sidrap: Dituding Main ‘Kotor’, Bos Akai Jaya Angkat Bicara!

By otoinfo
13/12/2019
Hasil Arrc 2023 Mandalika
HeadlineInfoRacing

Hasil FP Asia Road Racing Championship 2023 Seri 4 Mandalika (11 Agustus)

By Sandy
11/08/2023
Yamaha XSR, Motor Retro yang Modern dan Menawan!
Info

Yamaha XSR, Motor Retro yang Modern dan Menawan!

By Rifqi Fauzan
28/02/2024
otoinfo.id - 2018
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media
  • Disclaimer – Otoinfo
portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?