Otoinfo.id – Episode terbaru Inside Ducati dari GP Austria menghadirkan momen langka: pertemuan Casey Stoner dan Marc Marquez di paddock. Stoner, juara dunia dua kali sekaligus ikon Ducati, menyapa Marquez yang tengah menikmati tren kemenangan beruntunnya.
Awalnya, percakapan keduanya penuh canda. Stoner menggoda dengan berkata, “Lumayan, ya?” merujuk pada dominasi Marquez. Sang juara dunia delapan kali itu membalas santai, “Ya… saya akan sedikit lebih mudah,” sambil tertawa.
Namun obrolan kemudian berubah serius ketika Marquez menyinggung perangkat kontrol stabilitas elektronik terbaru yang diperkenalkan akhir pekan itu. Menurut Marquez, teknologi tersebut membuat motor lebih mudah dikendalikan bahkan saat pengereman keras dalam posisi miring ekstrem.
Stoner tidak setuju. Ia menilai perangkat itu bisa merusak karakter balap generasi baru. “Saya pikir ini sulit untuk generasi berikutnya. Anda tahu cara mengendalikan selip tanpa bantuan. Tapi mereka? Tidak tahu lagi cara antisipasi,” kritik Stoner.
Marquez mengangguk setuju, menambahkan bahwa meski alat bantu ini membuat pembalap lebih percaya diri saat time attack, tantangan teknis bagi rider sejati jadi berkurang.
Bagnaia: “Lebih Mudah, tapi Itu Masalahnya”
Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez, juga ikut angkat bicara soal teknologi ini. Ia mengaku sudah menjajal perangkat tersebut saat tes di Aragon. “Lebih mudah, memang,” katanya jujur.
Komentar itu langsung ditanggapi Stoner dengan nada kritis: “Ya, itulah yang tidak saya sukai. Itu yang saya coba lawan.”
Dialog tersebut memperlihatkan perbedaan perspektif antara pembalap generasi lama dan baru: antara menjaga esensi balapan atau menerima kemudahan demi kecepatan.
Baca Juga: Espargaro Bersaudara Comeback Bersamaan di MotoGP Hungaria, Duel Seru Menanti
Kontras Nasib: Marquez Terbang, Bagnaia Tenggelam
Selain perdebatan soal teknologi, Inside Ducati juga menyoroti kontras performa antara Marquez dan Bagnaia di Red Bull Ring.
Pada Jumat, Bagnaia tampak percaya diri usai kualifikasi dengan start di barisan depan. Ia bahkan sempat bersenandung dalam suasana santai tim saat makan malam Ferragosto. Namun semua berubah di lintasan.
Dalam Sprint, Bagnaia hanya bertahan lima lap sebelum kehilangan grip ban belakang dan mundur dengan wajah kecewa. Sebaliknya, Marquez tampil luar biasa, mencatatkan kemenangan ke-12 dari 13 sprint musim ini.
Minggu pun berjalan serupa. Marquez kembali unggul, bahkan sempat melontarkan humor soal rookie Fermín Aldeguer yang ia nilai masih belum memahami potensi Ducati. Akhirnya, ia meraih kemenangan bersejarah, disambut sorakan seluruh kru termasuk Gigi Dall’Igna.
Inside Ducati: Dua Wajah, Dua Nasib
Episode kali ini ditutup dengan dua cerita yang bertolak belakang. Bagnaia kembali duduk frustrasi tanpa jawaban, sementara Marquez berpesta dengan tim Ducati dan Gresini.
Baca Juga: Resmi! Diogo Moreira Selangkah Lagi Gabung Honda MotoGP, Gantikan Somkiat Chantra
Inside Ducati kembali membuktikan diri sebagai jendela menarik ke balik layar tim paling dominan di MotoGP saat ini — menampilkan kritik tajam, humor, sekaligus drama nyata di lintasan.
