Dua Kali Jadi Korban di Trek
Nasib sial Mir terjadi di MotoGP Jerman 2025 ketika ia terseret insiden Ai Ogura, serta di MotoGP Republik Ceko 2025 akibat senggolan dengan Alex Marquez. Kedua kejadian itu membuatnya kehilangan poin berharga dan kini hanya mengemas 32 poin di peringkat ke-19 klasemen sementara.
Padahal, dalam beberapa seri, Mir sempat menunjukkan potensi untuk finis di posisi 10 besar pencapaian yang sulit bagi Honda dalam dua musim terakhir.
“Dalam paruh pertama musim ini, ada banyak kecelakaan. Beberapa murni kesalahan saya, tetapi ada juga yang bukan. Dari kesalahan sendiri, saya bisa belajar. Namun dari insiden yang bukan kesalahan saya, tidak ada yang bisa dipelajari,” ungkap Mir, dikutip dari Crash (12/8/2025).
Optimisme Menyambut Paruh Kedua Musim
Meski statistik buruk membayangi, Joan Mir tetap memandang ke depan. Ia percaya bahwa Honda akan membawa pembaruan penting untuk memperbaiki performa motornya di sisa musim.
Baca Juga: Inilah 4 Sirkuit MotoGP yang Wajib Dipertahankan, Menurut Para Pembalap Dunia!
Target Lebih Kuat dan Konsisten
Mir menegaskan tekadnya untuk tampil lebih kuat di paruh kedua. Dengan usia yang baru menginjak 27 tahun, ia masih memiliki motivasi tinggi untuk membalikkan situasi.
“Saya hanya berharap semoga tetap kuat untuk melanjutkan performa seperti sekarang. Saya yakin Honda akan membawa sesuatu yang membantu saya bertarung melawan pembalap lain,” ujarnya.
Musim ini, hasil terbaik Mir adalah finis ketujuh di MotoGP Aragon 2025. Ia berharap peruntungannya membaik, dimulai dari seri terdekat MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada 15–17 Agustus.
Tantangan Berat di Red Bull Ring
Sirkuit Red Bull Ring dikenal sebagai salah satu trek paling menuntut di kalender MotoGP. Kombinasi lintasan lurus panjang dan tikungan tajam menjadi ujian besar bagi motor Honda yang belakangan kesulitan bersaing di kecepatan puncak.
Namun, Mir bertekad untuk menutup celah performa dengan gaya balap agresifnya. Jika mampu menghindari insiden dan memaksimalkan potensi motornya, bukan tidak mungkin ia mengakhiri tren buruknya.
Baca Juga: Johann Zarco Kejutan MotoGP 2025: Bawa Honda ke Podium dan Lampaui Prediksi Musim
Joan Mir memang memegang “gelar” tak diinginkan sebagai pembalap paling sering crash di MotoGP 2025. Namun, semangatnya untuk bangkit menunjukkan bahwa paruh kedua musim bisa menjadi cerita berbeda. Semua mata akan tertuju pada performanya di Austria, apakah ia mampu mengubah nasib atau kembali terjebak dalam bayang-bayang crash.
