Otoinfo.id – Banyak pemilik mobil bekas mengeluhkan busi yang cepat mati, meski baru saja diganti. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari mesin pincang, susah hidup, hingga performa loyo. Tapi tahukah Anda? Bisa jadi penyebabnya bukan dari businya, melainkan dari komponen lain yang justru tidak disadari.
Salah satu penyebab utama busi cepat rusak ternyata berasal dari ketidakseimbangan campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar. Hal ini dijelaskan oleh Diko Oktaviano, ATS & Product Development Assistant Manager di Niterra Mobility Indonesia, produsen busi NGK.
Baca Juga:Hasil Lengkap Kejuaraan Casytha Manahadap Dragbike Pemula Seri-3 2025, Kudus, Jawa Tengah
“Busi yang mati itu biasanya karena setting-an campuran bahan bakar dan udara terlalu kaya atau rich,” ungkap Diko.
Sensor Oksigen Rusak Bisa Bikin Busi Cepat Mati
1. Peran Sensor Oksigen (O2 Sensor)
Sensor oksigen atau O2 sensor bertugas membaca kadar oksigen dalam gas buang dan menginformasikannya ke ECU (Electronic Control Unit). Dari data ini, ECU akan menyesuaikan jumlah bahan bakar yang disemprotkan injektor agar campuran tetap ideal.
Namun, ketika sensor oksigen rusak atau tidak akurat, ECU akan salah membaca kondisi mesin. Akibatnya, suplai bahan bakar jadi terlalu banyak (rich), yang membuat ruang bakar terlalu basah dan busi cepat rusak karena tak mampu membakar campuran dengan optimal.
2. Efek Domino ke Sistem Pembakaran
Apre, mekanik dari bengkel AP Speed di Jalan Hankam, Bekasi, menambahkan bahwa sensor oksigen yang error bisa menyebabkan sistem pembakaran tidak stabil.
“Saat sensor membaca gas buang secara keliru, ECU memberi sinyal ke injektor untuk menyemprotkan bahan bakar berlebih, dan itu bikin busi cepat mati,” jelasnya.
Solusi: Periksa Sensor dan Gunakan Busi Sesuai Spesifikasi
Baca Juga:Jangan Asal Bersihkan! Ini Cara Tepat Membersihkan Busi Mobil Tanpa Merusak Elektroda
Agar busi tidak cepat mati, penting melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem sensor, khususnya O2 sensor. Pastikan juga untuk menggunakan busi sesuai spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.
“Pakai juga busi yang sesuai dengan spesifikasi bawaan mobil,” tambah Diko Oktavian.
Dengan memadukan komponen yang sesuai dan kondisi sensor yang sehat, umur busi bisa lebih panjang dan performa mesin tetap optimal.
