Otoinfo.id -Jack Miller Soroti Gaji Pembalap Dunia MotoGP 2025 kembali memanas. Jack Miller, pembalap asal Australia yang kini membela tim Pramac Racing Yamaha, melontarkan kritik pedas terhadap sistem kontrak dan gaji yang diterapkan kepada rider-rider baru.
Dalam sebuah wawancara di siniar otomotif, Miller menyebut bahwa saat ini, ada rookie MotoGP yang hanya menerima 32 ribu Euro atau sekitar Rp619 juta per musim jumlah yang dinilainya sangat rendah dibandingkan saat ia masuk ke MotoGP pada 2015.
Baca Juga: Tak Henti Berinovasi! Matapanah Cup Race 2025 Hadir dengan Format Balap Baru
Perbandingan Gaji MotoGP 2025: Kesenjangan Semakin Jelas
Jack Miller Soroti Gaji Pembalap, Miller secara terbuka membandingkan kondisi sekarang dengan sepuluh tahun lalu. Pada 2015, ketika masih menjadi pembalap baru, ia menerima kontrak senilai 139 ribu Euro (sekitar Rp2,6 miliar).
Kini, ia menyebut bahwa tim-tim pabrikan lebih memilih untuk berinvestasi pada mesin dan teknologi ketimbang mengapresiasi skill individu pembalap. “Tim-tim sekarang berinvestasi ke mesin, bukan ke orang yang mengendarainya,” ujar Miller.
Gaji Tertinggi MotoGP 2025: Siapa di Puncak?
Di sisi lain, daftar gaji tertinggi di grid MotoGP 2025 masih didominasi oleh nama-nama besar:
Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha): 12 juta Euro (±Rp229 miliar) per tahun
Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo): 7 juta Euro (±Rp134 miliar)
Marc Marquez (Ducati Lenovo): Sekitar 12,5 juta Euro (±Rp239 miliar) saat masih di Honda
Kesenjangan inilah yang disoroti Miller—ketika pembalap top bisa meraup ratusan miliar, di sisi lain, pendatang baru justru menerima angka yang jauh lebih rendah dari standar wajar.
Siapa Rookie MotoGP 2025 dengan Gaji Terendah?
Menurut Miller, kontrak minim ini tak disertai bonus tambahan. Sementara itu, belum ada informasi resmi mengenai siapa di antara tiga rookie MotoGP 2025—Somkiat Chantra, Ai Ogura, dan Fermin Aldeguer—yang dimaksud Miller. Namun kritik ini telah memicu diskusi luas di kalangan penggemar dan analis MotoGP.
Baca Juga: Pedro Acosta: Saya Ingin Kalah dari Marc Marquez
Apa Penyebab Gaji Kecil untuk Pembalap Baru?
Miller menilai, penyebab utama menurunnya gaji rookie adalah perubahan orientasi tim pabrikan. Tim kini lebih fokus pada teknologi, simulasi, dan data engineering daripada talenta manusia itu sendiri.
Hal ini membuat banyak pembalap baru mau tak mau menerima kontrak kecil hanya untuk mendapatkan kesempatan membalap di kelas utama. “Lebih banyak pembalap sekarang hanya menerima kontrak rendah demi satu tempat di grid,” imbuh Miller.
Perlu Reformasi Kontrak di MotoGP?
Kritik Jack Miller menyuarakan keresahan banyak pihak bahwa MotoGP mungkin perlu mengevaluasi ulang sistem kontraknya. Gaji pembalap, khususnya bagi rookie, seharusnya tetap menjamin keadilan, motivasi, dan keberlangsungan karier di dunia balap motor profesional.
Apakah pihak MotoGP akan merespons isu ini dengan reformasi kebijakan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi satu hal yang pasti—isu ini telah membuka mata banyak pihak soal ketimpangan pendapatan di ajang balap paling bergengsi dunia.
