Otoinfo.id – Bagi pemilik Honda PCX yang merasa kurang puas dengan performa mesin, salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah bore-up. Metode ini melibatkan penggantian beberapa komponen mesin dengan ukuran yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan performa secara signifikan. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk melakukan bore-up.
Dustin, pemilik bengkel Garage +62 di Jakarta Barat, menyarankan agar saat melakukan bore-up, tidak melangkah terlalu jauh dari spesifikasi standar. Hal ini untuk menghindari masalah yang mungkin timbul. Misalnya, ukuran blok standar Honda PCX adalah 57mm (150cc). Jika Anda ingin meningkatkan ke 63mm, ini masih dianggap aman. “Untuk penggunaan harian, dari 57mm ke 63mm, tenaganya akan terasa tetapi tidak terlalu ekstrem. Kapasitas mesin pun akan naik menjadi 183cc, sehingga masih nyaman untuk penggunaan sehari-hari maupun touring tanpa drama,” ujar Dustin.
Jika Anda merasa peningkatan tersebut masih kurang, Anda dapat meningkatkan kapasitas hingga 200cc dengan mempertahankan blok 63mm tetapi memperpanjang langkahnya. Menurut Dustin, bore-up hingga 200cc tetap aman untuk penggunaan harian dan tidak akan menimbulkan masalah yang aneh. “Perawatan mesin akan tetap sama seperti motor standar, hanya saja penggantian oli akan lebih sering. Misalnya, jika biasanya oli diganti setiap 2.000 km, setelah bore-up bisa jadi setiap 1.000 km,” tambahnya.
Dustin juga mengingatkan agar komponen pendukung lainnya disesuaikan untuk mendukung performa mesin yang baru. Salah satunya adalah penggantian ECU, bukan hanya injektor saja. Ini penting agar mesin dapat disetel sesuai kebutuhan. “Paket bore-up mulai dari Rp 5 juta, mencakup blok dan piston dari bahan keramik, serta part pendukung lainnya seperti noken as untuk pengaturan durasi klep dan ECU,” jelas Dustin.
Anda juga dapat memilih merek sesuai dengan preferensi. Namun, perlu diingat bahwa jika tidak dibatasi, biaya bore-up bisa mencapai belasan juta rupiah. Pastikan untuk merencanakan dengan baik agar peningkatan performa tidak mengorbankan kenyamanan saat berkendara.
