Otoinfo.id – Dani Pedrosa memberikan pandangannya mengenai alasan mengapa Marc Marquez belum berhasil meraih kemenangan bersama Ducati di MotoGP 2024. Meski Marquez tampil sangat baik dalam beberapa balapan dan berhasil mencatatkan podium penting, termasuk di Sachsenring bersama saudaranya, Alex Marquez, masih ada beberapa kendala yang dihadapi Marquez.
Menurut Pedrosa, salah satu kelemahan Marquez adalah kemampuan menghentikan motor di tikungan. “Pada balapan terakhir, aku melihat ia sudah bisa melewati pembalap saat mengerem, terutama saat masuk momen akhir puncak tikungan,” kata Pedrosa. “Namun dibandingkan dengan Honda, rasanya ia tak bisa melakukannya. Ia tak bisa menghentikan motor sesuai keinginannya di akhir tikungan, dan ia selalu melebar,” jelas Pedrosa.
Pedrosa juga menambahkan bahwa kelemahan ini mempengaruhi kemampuan Marquez dalam mencetak lap cepat. Hal ini terbukti dengan hasil kualifikasi yang kurang maksimal. “Ya, itu adalah satu hal yang berhubungan dengan lap tercepat. Saat momen itu, ada sedikit paksaan di roda belakang untuk melaju ke depan, di mana sebenarnya Ducati memiliki grip yang bagus,” tambahnya.
Marquez yang memiliki gaya balap agresif harus menyesuaikan dengan karakter motor Ducati yang lebih mengutamakan kebersihan dan kerapian dalam berkendara. Marquez tidak bisa mengontrol motor Ducati dengan gaya ngepot seperti yang ia lakukan dengan Honda sebelumnya. “Bagaimanapun, dalam karier balapku, aku sudah terbiasa melihat fakta bahwa ada momen aku mendapat grip minimal dan aku tak bisa menghentikan motornya dengan ngepot,” ungkap Pedrosa.
Pernyataan Pedrosa ini juga didukung oleh Marquez sendiri, yang mengakui bahwa ia masih kesulitan dalam menguasai jalur keluar tikungan. “Dengan Ducati, aku sering jatuh karena ban depan, itu membuatku kehilangan tikungan cepat meski dengan ban baru, dari dorongan ban depan itu,” kata Marquez.
“Ketika menyalip pembalap lain, aku sangat hati-hati dengan bagian akhir tikungan, dan jika terpaksa harus memperlebar jalurnya, aku akan melakukannya,” jelas MM93. Hal ini membuatnya masih kesulitan bersaing melawan Pecco Bagnaia dan Jorge Martin, yang sudah sangat memahami karakter motor Ducati.
